Kualitas Shubuh Sang Khalifah


Kalau bicara buku anak-anak, nggak ada habisnya ya mak. Rasanya semakin ke sini semakin banyak sekali buku-buku anak yang semakin berkualitas dan keren-keren.  Semakin bermunculan penulis-penulis produktif.

Bicara tentang penulis produktif saya suka iri *positif dengan temen-temen blogger saya di komunitas Blogsum yang pada produktif menulis. Salah satu nya mak dosen Mia pemilik akun www.fadlimia.com.

Ibu yang satu ini masya Allah salut banget lihat semangat menulisnya. Coba deh jalan-jalan santai ke blog beliau. Berbagai genre dan topik asik dibahas  beliau. Dari mulai Parenting, lifestyle, kesehatan, buku, hingga penulisan karya ilmiah pun ada Di sana. Yuuk ahh....cari inspirasi.


Kembali ke laptop, kali ini saya akan mereview ya sebuah buku sirah anak-anak yang recomended dari Sygma Daya Insani.  Buku yang menurut saya penting dan warthit banget di koleksi untuk bahan referensi anak tentang kisah sahabat-sahabat nabi sekaligus sahabat orang tua juga ketika ingin menanamkan nilak-nilai baik dan akhlaqul karimah dalam pengasuhan anak.

Buku ini buku Paket yang terdiri 14 jilid buku dilengkapi dengan edugame sebagai pemantik semangat dan antusiasme anak dalam membaca. Ini adalah buku paket 64 Sahabat Teladan Utama dari penerbit Sygma Daya insani. Simak ya...



Di Buku jilid 1 seri 64 Sahabat Teladan Utama ini, menceritakan keteladan Khalifa pertama sekaligus sahabat utama Rasulullah saw yang sangat termahsyur hingga kini.


Salah satu keistimewaan Sang khalifah pertama yang selalu suka saya review dari buku ini, salah satunya kisah bagaimana Rasulullah memperlihatkan kemulian dan keutamaan Abu Bakar Ash shiddiq di hadapan sahabat-sahabatnya di shubuh hari. 

Shubuh loh ya... Kenapa mesti shubuh? Ini jadi sesuatu yang perlu diulik. Shubuh itu pengennya rebahan lagi kan ya... narik selimut. Tapi pemenang?... akan bangkit, berwudhu dan sholat,  seperti kebanyakan para sahabat kala itu.  Tapi seorang Abu Bakar Do More.

Simak kisahnya ya....

Suatu ketika selepas mengimami sholat shubuh, Rasulullah menghadap ke arah para sahabat lalu bertanya :

' Siapakah diantara kalian yang berpuasa hari ini?'

Umar, memecah kesunyian diantara sahabat dengan menjawab :
' Wahai Rasulullah, tadi makalam aku tidak berniat puasa , maka pagi ini aku pun berbuka'

'Semalam aku sempat berniat berpuasa, maka pagi ini aku meneruskan berpuasa ya Rasulullah'. Abu Bakar menimpali.

Lalu Rasulullah tersenyum dan bertanya lagi :

' Apakah diantara kalian ada yang sudah menjenguk orang sakit ? '

'Aku mendengar sahabatku Abdurrahman bin Auf sedang sakit ya Rasulullah, sebelum ke masjid, aku menyempatkan ke rumahnya melihat kondisinya'. Kali ini Abu Bakar mendahului menjawab pertanyaan Rasulullah.

Rasulullah tidak berhenti di situ, beliau kembali bertanya :

' Siapa diantara kalian yang telah memberi makan orang miskin? '

' Kami baru saja sholat ya Rasul, kami belum ke mana-mana' ujar Umar mendahului Abu Bakar.

Setelah Umar selesai menjawab, Abu Bakar menyampaikan jawabannya :

' Saat hendak masuk masjid tadi, aku melihat ada pengemis yang sedang meminta-minta ya Rasul...kebetulan ada sepotong roti di tangan Abdurrahman, putraku, akupun memintanya dan memberikannya kepada pengemis itu'

Rasulullah tersenyum sambil berkata : 
' Bergembiralah engkau dengan jaminan syurga wahai Abu Bakar...'


Masya Allah - tabarakallah...

Bagaimana Kualitas subuh kita hari ini?
Sirah Nabawiyah dan Sahabat selalu menjadi cermin buat siapa saja untuk terus memperbaiki diri.





4 komentar

  1. Seorang pemenang pasti akan bangun saat jelang sholat shubuh ya Kak... hayya 'alal falaahh.... mari menuju kemenangan

    BalasHapus
  2. Kalo baca sejarah Islam lampau memang selalu tergugah dengan semangat pemuda di zamannya. Memang subuh ada kunci utama seseorang yang sukses. Bahkan orang yang sukses dari segi dunia aja gak mungkin yang males malesan ya kak. Semoga segera lahir generasi penerus pejuang Islam yang disiplin dengan subuhnya

    BalasHapus
  3. MasyaAllah kalau baca shiroh itu rasanya malu sangat kak. Para shahabat begitu berlomba-lomba berbuat kebaikan. Hiks, rasanya apa yang aku lakukan tidak lebih seujung kuku amalan mereka.

    BalasHapus
  4. Khalifah pertama ini memang luar biasa ya karakternya... Udah dijamin pasti masuk surga pun amal ibadahnya tetap juara

    BalasHapus