Tetap Bersama SDI - dulu, sekarang dan nanti : Refleksi Annual Meeting Jepang 2020


Bismillahirrahmanirrahim

Tahun 2019 yang sudah beberapa bulan berlalu itu, menyisakan banyak sekali rasa. Terutama perjalanan saya sebagai Sygma Learning Consultant di Sygma Daya Insani.

Pengumuman Destinasi Annual Meeting 2019 ke Negeri Samurai Jepang, menjadi salah satu 'AHA momen' di awal tahun.

Tiba-tiba memori saya berputar jauh ke masa kecil. Setelah Mekah, Madinah dan Turki, rasanya kota inilah yang menjadi wishlist perjalanan saya ke luar negeri.

Khusus Jepang, file tentang negeri ber-cherry blossom yang menakjubkan ini telah lama terinstal di benak saya. Negeri ini sudah menjadi magnit sejak kecil. Rasanya penasaran sekali dengan negeri kepulauan ciptaan Allah yang satu ini.

Negeri dengan 4 musim, yang orangnya berbicara santun, disiplin, sabar mengantri, teratur, menghargai, beretos kerja tinggi, modern tapi memelihara dengan baik warisan leluhurnya ini sungguh menakjubkan.

Lihatlah tradisi yang tetap lestari seperti berkimono, tradisi minum teh, tradisi menghormati tamu dan rumah tradisional nan unik, plus beberapa falsafah hidup yang banyak mencuri perhatian dunia ini, sungguh menarik untuk disimak

Apalagi kini, rasa penasaran saya bertambah untuk melihat jejak-jejak Dakwah Islam di sana yang semakin hari semakin berkembang. Plus kebijakan otoritas Jepang yang semakin wellcome dan friendly dengan turis muslim. Akankah cahaya Sirah Nabawiyah bersinar terang disana? I hope someday...


Sebelum Tokoh Permaisuri Michiko, Owada Masako, Oshin, kartun Sailor Moon, Dora Emon, atau Drama Tokyo Love Story menjajah fikiran saya di masa kanak-kanak hingga remaja dulu, Sesungguhnya ada sebuah foto yang telah lebih dulu menjejak kuat di benak saya.

Foto ini adalah foto anaknya uwak saya yang semasa saya duduk di sekolah dasar, beliau sudah study S2 dan S3 di Hokkaido - Jepang. Fotonya sudah usang yak...sudah hampir rusak dimakan usia, foto ini sudah berusia lebih dari seperempat abad, namun masih lumayan jelas kan...




Zaman itu surat masih familiar. Dan ayah saya termasuk orang yang rajin berkabar melalui surat. Nah si foto ini dipajang ayah  di Album keluarga.


Beliau tidak berkata-kata, tapi sampai sekarang saya merasakan kebanggaan beliau terhadap keponakannya yang melanjutkan studi di negeri Matahari Terbit itu. Mungkin dalam hatinya ia ingin kami anaknya mengikuti langkah ponakannya itu. Menuntut ilmu jauh ke negeri orang. Foto ini menjadi salah satu alasan kenapa Jepang begitu menarik perhatian sejak dulu.

Sygma Daya Insani - rumah besar saya bertumbuh dan bermanfaat ini, tahun  2019 kemarin, mengabarkan kabar gembira akan membawa SLC achiever nya untuk menapaki negeri idaman masa kecil saya.

MasyaAllah...bayang-bayang bunga sakura seketika menari-nari di pelupuk mata. Jadi teringat, dua orang yang menginspirasi tentang Jepang, ayah saya dan Bang Fuad, yang keduanya telah lama pergi, but...their inspiration still stay here.  Alfatihah ðŸ˜­.

Saya masih ingat medio Juli 2019 lalu, kami di Tim Star Family Community Medan,  memacu semangat dan menyusun strategi pencapaian AM Jepang. Kami sengaja memilih tempat bernuansa Jepang nan asik untuk berspirit time dan santai sambil memvisualisasikan apapun tentang Jepang :  cherry blossom, masjid chamii, mount Fuji, saljuuuuu....Ramen, Tokyo sky street, Ginza, shinkansennya n all about Jepang. Saat itu kami membismillahkan dan mensemogakan dream untuk AM bareng-bareng tahun 2020.










Alhamdulillah....qadarullah 31 Desember, last day in 2019, Dija - official SDI Medan mewapri saya...




Rasanya pengen nangis. Oh Allah...Engkau maha baik. Banyak jalan dan kemudahan yang Allah beri. Reward 2 tiket Couple annual meeting ke Jepang menjadi penutup tahun yang manis. Semanis mekarnya Cherry blossom, iconic flowernya Jepang. Ini menjadi pencapaian tertinggi selama 4 tahun bergabung sebagai SLC SDI. Masya Allah... makasih ya Allah, makasih kon kawan, makasih keluarga besar di SDI😭

Foto Bang Fuad berseragam tradisional Jepang dengan pedangnya yang berdiri gagah itu kembali menari-nari...

Japan.....I'm coming insya Allah...

Itu teriakan saya di dalam hati 😭

Berdebar rasanya ketika kemudian tiba-tiba sudah diundang di Grup Wa Nasional Official Annual Meeting Japan 2020. Ahhh...menanti bulan Maret rasanya lama 🙈.




Tiap hari berbunga-bunga tiap stalking percakapan para SLC dan official di Grup. Energi positip berhamburan memenuhi room chat grup besar Annual Meeting Jepang itu.

Ketika release itinarary, seketika jemari ini sigap berselancar menyambangi destinasi demi destinasi yang bakal kami kunjungi.  Haneda, Tokyo, Fuji, Oshino Hakkai, Yamashita Park, Yokohama Jamee Masjid, Motomachi street, Asakusa Kanon Temple, Nakamise Street, Tokyo Sky Tree, Tokyo Camii Mosque dan lain-lain, berulang-ulang diulik apa yang menarik.

Prediksi cuaca di tanggal 10 - 14 Maret 2020, jadwal sakura mekar, outfit, plus apa saja yang kudu dipersiapkan udah hampir hafal luar kepala. 😂




Taraaaaaaa......winter packing list sudah tayang di Grup. Ini salah satu moodbooster saya...rasanya sudah nggak sabar nyambangi uniqlo dan berburu longjhon atau cheky-cheky harga jaket bulu-bulu, sarung tangan n kupluk winter. Hahaha....dasar emak doyan belanja. Naluri ngemol pantang dipancing 😂🤭




Daaaan....DC Grand night Jepang 2020 berwarna Rosegold...hmmm...buat senyum-senyum ngebayangi malam awarding, ketika satu persatu SLC dipanggil maju ke depan,  menerima penghargaan pada suhu  7 - 17 °C di New Ottani Inn Hotel Tokyo. Masya Allah... nikmatnya menghayal yak...😂




Udah kebayang baju mana yang bakalan dipakai jadi DC. Baju nikahan ponakan bakalan di pake lagi untuk malam grand night nanti di Jepang. Mamak kudu menghemat nggak usah beli baju baru lagi gegara beli jaket bulu angsa sampek 2 🙈😂😋




Eciyeeeee.....yang tak kalah exictednya adalah untuk pertama kalinya saya ngurus paspor. Semangat 45, senyum cerah ceria secerah mentari pagi hari di bulan januari  menemani langkah saya menyambangi kantor imigrasi di bilangan Polonia Medan . Aura mau ke Jepang itu beda ya... Hahaha...

Alhamdulillah proses pengurusan paspor ini lancar jaya tanpa kendala. Butuh waktu 1 minggu saja  sampai akhirnya paspor berada dalam genggaman.



Langkah selanjutnya mulai beriweh ria dengan dokumen pengurusan visa. Drama foto 4,5 x 4,5 yang kudu ulang akhirnya done...tinggal menanti arahan selanjutnya aja dari Tourizy. Jepang semakin menari lincah di kepala. 🙈😂

Awal Januari dunia dikejutkan dengan outbreak Corona Virus yang menyerang Wuhan-China. Semakin hari semakin banyak korban berjatuhan. Otoritas China sendiri menjadikan Wuhan sebagai wilayah terisolir. Semua mata dunia tertuju pada perkembangan Covid 19 di Wuhan.




Satu persatu negara-negara di luar China mendeclare telah menemukan warga yang terinfeksi positip Corona Virus. Singapura mulai menutup semua jalur masuk turis dari China, begitu pula Hongkong, Korea dan Jepang.




Di titik ini...was was mulai melanda...apalagi dokumen visa salah satunya menambahkan angket tentang pernyataan pemohon tidak  pernah berada atau berniat mengunjungi Hubei / Zhejiang di China. Issue ini agaknya semakin serius.

Begitu terdeteksi Kapal Pesiar Diamond Cruise yang bersandar di perairan Yokohama membawa penumpang yang positip Corona, kewaspadaan Pemerintah Jepang semakin meningkat. Dan bertambah ditingkatkan sejak Korea Selatan tiba-tiba mengejutkan dunia dengan penemuan ribuan orang terjangkit Covid 19.

Ya Allah... dokumen visa Jepang pun kemudian mesti ditambah dengan angket pernyataan bahwa pemohon tidak  pernah berkunjung ke Korsel dan tidak berencana mengunjungi Korsel. 



Was-was itu semakin bertambah hari demi hari, syukurnya official SDI dan Tourizy selalu meyakinkan everything gonna be ok insya Allah. Alhamdulillah tenang lah hati ini.

List perlengkapan yang kudu dipersiapkan mulai saya tulis takut lupa dan mulai dieksekusi satu-satu.




Seminggu terakhir ini kang paket udah bolak balik datang ke rumah. Hari ini ngantar sarung tangan winter, besok kaus kaki tebal, long jhon, rok plisket, dan terakhir jaket tebal. Huhuhu lumayan dalem ya ngempesi dompet si Jaket ala-ala eonni Korea ini. Saya memutuskan belanja online di market place semua keperluan berangkat AM. Lebih miring sih dari uniqlo. Dan tidak mengecewakan. Alhamdulillah...




Pemberitaan Covid 19 semakin massif... Beberapa hari saya semacam diteror berita-berita mengerikan. Selalu saja ditanya ' jadi ke Jepang?' Seolah orang-orang terdekat saya mau bilang... 'nggak usahlah...' walau kadang kasian mungkin ya... nggak tega...🤭

Mengingat pemberitaan yang semakin lama semakin mencekam. Rasanya Ini liburan terhoror yang akan saya jalani.

Saya mulai chating dengan kolega yang sudah lama stay di Yokohama. Ingin mencari tau apa yang dialami orjep (orang jepang) sehari-hari saat ini.  Dari chat itu semakin dapat gambaran Jepang sedang tidak baik-baik saja. Pemerintah Jepang sudah menekan tombol kewaspadaan tinggi di waktu krusial ini yaitu sekitar awal sampai pertengahan Maret dimana diprediksi penyebaran Covid 19 akan meningkat di seluruh Jepang.








Bahkan Pemerintah Jepang menutup tempat-tempat wisata populer seperti  Universal Studio, Disneyland , Disneysea  dan lain-lain, juga mengcansel kegiatan olahraga, seni dan sebagainya, serta meliburkan siswa sampai akhir liburan musim panas. Jepang tidak mengizinkan kedatangan turis dari Hubei dan Korea Selatan dan menghimbau warga untuk menjauhi keramaian.




Fix...Jepang sedang tidak nyaman dikunjungi. Kalau orang Jepangnya saja udah nyuruh nggak usah berkunjung kalau sekedar jalan-jalan masa iya kita abai. Padahal tengah terjadi outbreak yang sedang jadi kewaspadaan dunia.

Walaupun men-zero-kan hati itu sesungguhnya nggak semudah membalikkan telapak tangan, Rudolfo...
kamu tau???  Nyesek ....😭

Hehehe...nggak ding rasa sedih itu sekejap saja kok...

Terkadang terlintas pertanyaan bagaimana kalau sempat dikarantina 14 hari di negeri orang atau di Indo, bila hal terburuk terjadi ? Who knows ? Keadaan sungguh unpredictable.

Astaghfirullah... na'udzubillah...
Gambaran ini sungguh membuat saya memilih berdamai dengan mimpi.

Sayonara Jepang...
sampai ketemu di Takdir berikutnya...
insya Allah...


Hari Rabu, 26 Februari 2020, Saudi mengumumkan melarang turis bahkan Jemaah umroh memasuki Mekah dan Madinah. Sebelumnya, penemuan banyak warga negara Itali yang terinfeksi positip Covid 19 dan warga negara Iran bahkan pejabatnya juga positip, membuat serangan Covid ini menjadi so so serious di seluruh dunia.




Sesungguhnya, sebelum Jajaran SDI rapat untuk membahas AM Jepang 2020, saya telah berniat akan mengangkat bendera putih sambil dadah dadah ngucapin  Goodby Jepang... negeri impian masa kecil saya 😭

Saya berencana tak akan ikut rombongan, saya tak akan berangkat dan memilih stay  di rumah saja sambil meluk anak dan Jaket bulu-bulu itu...ohhh Jaket bulu... yang sukses ngempesi dompet...mana beli sekali 2 🙈 setidaknya...kamu jadi saksi, I do my best...💪



Sesungguhnya Allah lah pemilik cerita dan perjalanan hidup ini. Dialah yang mengizinkan ke mana langkah kaki ini melangkah.




Bukan su dan visa dan tiket itu. Meskipun ketiganya telah berada di dalam genggaman, tapi qadarullah lah yang bekerja. Saya telah Pasrah ya Rabb...tunduk pada ketentuanMU... senyum dengan keadaan....insya Allah...

Wajah Pak Benny - CEO SDI punten maaf saya masukkan dalam do'a...saya yakin Pak Benny Bijaksanan dan SDI akan berpegang pada sunnah Nabi Mulia yang selalu kita rindukan bersama. Sunnah menjauhi daerah wabah itu bukankah sudah diajarkan Rasulullah sejak 14 abad yang lalu. Semoga hadits ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Walau beraaaaaaat pastinya....saya sadar kerugian besar pasti dialami SDI yang sudah membayar vendor di Indo dan Jepang. Saya cuma berharap yang terbaik dari Allah buat semuanya. Ya Rabb mudah bagimu menitipkan kembali apa yang hilang dengan Kun Fayakun Mu...🤲😭

Alhamdulillah ya Rabb...keputusan terbaik akhirnya diambil Pak Benny dan Manajemen SDI untuk membatalkan AM Jepang ini.


Tidak ada kesedihan bersama Allah
Tidak ada kecewa bersamaNya


Ya Allah sesungguhnya keputusan ini sangat melegakan hati. Mungkin inilah jawaban doa-doa orang-orang yang mencintai saya dan mendoakan saya dalam diamnya. Suami dan anak adalah orang yang paling bersyukur dan bahagia.

Yakin banget Allah akan mengganti apa yang luput hari ini. Semoga Allah siapkan yang lebih baik buat SDI dan semuanya.


Akan ada pelangi setelah gerimis...
Selalu ada cahaya di ujung gelap...
Pasti ada hikmah dibalik ujian...



Finally....

Sayang SDI karena Allah...
Salam takzim saya kepada CEO SDI dan Jajarannya yang terus menerus melibatkan Allah di masa was-was, bimbang, ketidakpastian dan pengambilan keputusan.

Terus terang cara Pak Benny terus mengingatkan semuanya agar menundukkan hati memohon kasih sayang Allah, terus dan terus....adalah catatan penting yang membuat saya bersyukur berada di barisan Kapal Besar Pejuang Sirah ini. 


Barokallah SDI
Jaya terus dalam keberkahan dan kasih sayang Allah.

Love love love SDI, dulu, hari ini dan esok, insya Allah.


Sampai jumpa di journey berikutnya
Allahu Akbar ✊



Nining Pujianti
SLC Medan


17 komentar

  1. Cerita kak ning ni, bikin awak mewek, kalau Allah sudah berkehendak apa mau dikata ya kak, alhamdulillah SDI sudah memberikan langkah yang tepat, mudah2an keinginan kak ning ke Istambul terkabulkan ya kak, awak tahun depan aja pergi ke Jepangnya sambil menghayal XD

    BalasHapus
  2. Iya id...berbaik sangka aja sama Allah. Insya Allah besar hikmahnya. Aamiin..mekah madinah istanbul ya ied..aamiin...semoga dikabulkan juga mimpi id...aamiin

    BalasHapus
  3. Kakkkkkk,,,, aq ikut kecewaaaa,,, awq dah senanggggg kaliiii kaka mau jenjalan ke Jepang negara fave awq jg, tapi itulah Allah masi kasi kesempatan lain mgkn lgsg umroh di waktu yg aman dan sehat. Mau ngomporin " Bagus ikut trip echy aja maren" Hahahahaa

    BalasHapus
  4. Iya ecyyyy...kamipun dah semangat 45...qadarullah lah ya...hahaha...iya yak..maren nggk ikut trip ecy...

    BalasHapus
  5. Ya Allah kak, semoga Allah ganti dengan yang lebih baik..

    Bisa jadi, nanti kunjungan ke Jepang barengan sama Arkan ya kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin YRA...insya Allah banyak hikmahnya ya cha...aamiin...semoga umroh gantinya ya...sekeluarga...doa yang sama untuk icha sekeluarga

      Hapus
  6. Turut sedih ya kak, tp insyaAllah inilah yg terbaik. Kita ga tau, mungkin akan ada hadiah yg lebih indah dibalik semua itu. 😁🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih dek. Iya insya Allah ini yang terbaik. Aamiin...

      Hapus
  7. MaasyaaAllah tabarakallah kak Ning atas capaian nya.

    Walaupun belum jadi berangkat,semoga Allah ganti dengan yang lebih baik ya kak

    BalasHapus
  8. Sesungguhnya Allah lah pemilik cerita dan perjalanan hidup ini. Dialah yang mengizinkan ke mana langkah kaki ini melangkah.

    Baca salah 1 quote kak ning di atas saya ikutan haru kak... Aslinya sih nangis huhuu... Gpp kak... Insyaallah Allah SWT menyediakan ganti yg super duper lbh baik. La tahzan Kak Ning♡

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah...asline yang nulis pun mewek 😭

      Aamiin YRA, insya Allah besr hikmahnya

      Hapus
  9. Bismillah MasyaAllah
    Akan ada masa kesedihan berganti kebahagiaan,
    insyaAllah diganti Allah dengan yg jauh lebih baik. 😊🤗

    Mungkin hal yg sama namun lebih bagus lagi ataupun hal berbeda yang jauh lebih luarbiasa wallahuakbar.😘

    syekh yusri pernah berkata, jangan pergi ke daerah non muslim untuk berjalan jalan kecuali untuk mencari ilmu. 😯

    Karna, dikhawatirkan tidak ada atau sedikit yang menyalatkan kita disana jika kita ternyata meninggal disana. [Naudzubillahmindzalik]

    Begitu kira kira nasihat syekh yusri yang juga membuat saya tercenung.

    setelah ucapan beliau itu, masyaAllah beberapa waktu kemudian banyak berita duka berdatangan dari beragam daerah dan dunia.

    semoga selalu berbahagia bersama cintaNya ya mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah mbak makasih...

      Iya mbak...semoga udah disiapkan Allah yang lebih baik lagi.

      Salam sayangku dr jauh mbak

      Hapus
  10. MasyaAllah Kak Ning.. Seneng kali padahal denger kk mo ke Jepang. Tapi ikutan sedih karena nggak jadi. Allah bakal ganti dengan lebih baik ya kak. Semoga ketika saatnya tiba, kk bisa berangkat full team ama keluarga, amin.

    BalasHapus
  11. MasyaAllah tabarakallah, semoga ada hikmah dibalik kebatalan keberangkatan kk ke jepang ini ya kk. Semoga diganti dengan umroh sekeluarga. AAmiin..

    BalasHapus
  12. Masyaallah kak...dari cerita kakak ini..memang sebaik-baik rencana adalah rencana allah...alhamdulillah ada hikmah disetiap kejadian...barakallah kakak awak #peluk

    BalasHapus