Berkunjung ke Samosir - Pulau Kepingan Surga

Saya masih mengingat jelas kepingan masa kecil saya bersama keluarga hingga kini. Salah satunya momen ketika ayah saya memboyong kami anak-anaknya ikut serta ketika beliau bertugas ke luar kota. Ntah kenapa berlibur dan menginap di hotel itu menjadi salah satu kenangan yang indah tak terlupakan.

Saya juga masih menyimpan kenangan bagaimana ayah saya sering membawa kami berwisata kuliner sekeluarga setiap kali malam minggu tiba. Kala itu Bakso Amat di Medan menjadi tempat favorit kami. Rasanya malam terpanjang adalah malam ketika ayah dan mamak mengajak kami berjalan-jalan menikmati jajanan malam kota Medan kala itu.

Saya juga masih merasakan binar mata kami setiap kali diajak pulang kampung mengunjungi Opung di Bosar Maligas - Simalungun. Tentu saja yang kami kejar adalah mandi di sungai yang mengaliri kampung tempat ayah dilahirkan itu.
Kampung halaman ayah serasa surga. Padahal sungainya tak lah berair bening apalagi elok, biasa saja sebenarnya. Tapi kami kerap merasa bebas merdeka, bebas menghitamkan diri terpanggang mentari terik siang hingga sore hari tiba tanpa teriakan mamak dan ayah yang mengkhawatirkan kami.

Hingga kinipun, nostalgia masa kecil itu selalu manari-nari dan memantik bahagia. Apakah gerangan sebabnya?

Di Inggris ternyata  terdapat sebuah lembaga Nasional yang membantu keluarga prasejahtera untuk pergi liburan. Lembaga tersebut bernama Family Holiday Association. Lembaga ini kemudian melakukan studi pada tahun 2010 yang memberi pencerahan pada manfaat jangka panjang dari liburan keluarga.

Hasilnya, 49 % kenangan paling bahagia dari orang-orang Inggris yang mereka survey adalah kenangan liburan bersama keluarga. 1/3 dari para objek yang disurvey mengatakan bahwa mereka masih mengingat jelas kenangan liburan keluarga yang mereka alami saat masih kecil.

Yang lebih menarik 1/ 4 dari mereka mengaku menggunakan memori tersebut untuk membantu dirinya melewati masa-masa paling berat dalam hidupnya.

John McDonald - Direktur Family Holiday Association berkata : 'kami menganggapnya sebagai jangkar kebahagiaan'

Wah...luar biasa bukan manfaat liburan bersama keluarga di masa kecil? Ternyata kenangan indah liburan bersama keluarga di masa kecil itu bisa menjadi jangkar pemantik perasaan bahagia di masa dewasa, bahkan berguna tatkala melewati masa-masa sulit dalam kehidupan seorang anak.

Itulah sebabnya, saya dan suami sepakat tak ingin pelit dalam hal berlibur. Menurut saya perjalanan bersama keluarga itu tak melulu menghabiskan uang, tapi sebaliknya mengayakan dan bernilai investasi jangka panjang. Kekayaan itu tak mesti bertambahnya pundi-pundi uang bukan? Hati yang bahagia adalah kekayaan yang luar biasa harus disyukuri.

Nah...selagi anak masih kecil, saatnya menciptakan jangkar-jangkar kebahagiaan. Ini juga investasi jangka panjang, investasi memori yang sangat dibutuhkan di masa depan anak.

Banyak yang tidak tahu bahwa liburan juga bermanfaat bagi perkembangan otak anak. -Dr. Margot Sunderland-

Bicara tentang liburan, rasanya seru sekali bila dilakukan bareng-bareng dengan anggota keluarga. Siapa sih yang nggak suka? Apalagi liburannya ditemani voucher diskon 70 % menginap di hotel yang dipersembahkan OYO INDONESIA, liburan pasti akan semakin nyaman di hati dan kantong.

Nah, akhir tahun 2018 yang lalu tepatnya ketika liburan natal tiba, saya dan keluarga melakukan trip menyenangkan. Kami 10 orang dewasa dan 7 anak-anak berkonvoi dengan 3 mobil. Sebenarnya ini perjalanan yang tidak direncanakan jauh-jauh hari, mengingat biasanya kalau direncanakan malah tidak jadi. Alhamdulillahnya pada saat itu segalanya dimudahkan.

Lalu itinarary pun disiapkan. Perjalanan kali ini menuju Pulau kepingan surga -Samosir, kami memutuskan melalui jalan berkelok Tele. Ini sungguh perjalanan yang saya impikan sejak lama. Sepanjang hidup saya melewati jalan yang lebih familiar bila ingin berlibur ke Samosir. Yaitu melalui kota Parapat lalu menyeberang dengan menggunakan ferry menuju pulau yang dikelilingi danau gigantic itu. Nah kali ini kami akan menuju Samosir melalui jalan darat satu-satunya yaitu melewati jalur Tele.

Perjalanan kami awali selepas maghrib, menuju destinasi pertama pemandian air panas Pariban. Pemandian air panas Pariban ini terletak di penghujung desa Debuk-Debuk, kurang lebih menempuh 2 jam perjalanan dari kota Medan.

Pemandian Pariban, termasuk salah satu lokasi pemandian air panas yang sangat diminati dan diserbu pengunjung terutama di hari libur. Area pemandian Pariban relatif besar dan nyaman, serta bersih. Fasilitasnya pun lumayan lengkap. Dilengkapi parkiran yang luas, musholah, cafetaria, ruang pertemuan, kamar mandi yang jumlahnya lumayan banyak dan bersih, waterboom, kolam-kolam air panas yang bervariasi suhunya, taman bunga, kolam ikan, taman kelinci, permainan sepeda air dan toko souvenir.

Sesekali berkunjunglah di malam hari untuk menikmati sensasi mandi air panas bermandikan rembulan dan udara Debuk-Debuk yang dingin....berrrrr... Ternyata tak kalah ramai juga pengunjung yang datang di malam hari. Semakin larut malah semakin bertambah padat aliran pengunjung.

Malam di Pariban, terasa eksotis dengan lampu-lampu indah yang banyak dipasang di sana. Bila membawa anak ataupun orang tua di malam hari, sebaiknya prepare dengan baik pakaian penghalau dingin ya. Seperti jaket, kaus kaki tebal, topi, dan selimut. Sebab semakin malam udara pun semakin dingin.

Puas berendam dan bersantap malam di Pariban, kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya. Malam ini kami akan beristirahat di Berastagi Cottage yang terletak di daerah Gundaling - Berastagi yang berjarak sekitar 12 km saja dari Pariban. Kamipun menebas malam untuk segera sampai beristirahat.






Agaknya malam itu malam panjang, sebab mata bocah-bocah petualang seperti tak kunjung redup. Kalau sudah kumpul bersama sepupu-sepupu, biasanya anak-anak ini tak akan mau buru-buru tidur. Hahaha...

Akhirnya sampai juga di Berastagi Cottage - Gundaling. Villa keluarga yang kami pesan terdiri dari 2 kamar yang dihubungkan oleh conecting door, berkarpet tebal dan lumayan besar, cukup menampung beberapa keluarga, dan hanya dibandrol 500 ribu saja per kamar, hemat bukan?

Pagi harinya kami menyempatkan berjalan-jalan menyusuri area cottage yang sangat luas. Pemandangan berlatar Gunung Sinabung yang kokoh, keren sekali menjadi latar berswa family foto. Anak-anak kami biarkan berlarian ke sana ke mari, main bola, main ayunan dan menjajal sensasi masuk ke dalam rumput labirin di depan cottage. Anak-anak serasa menemukan rumah sejatinya, lapangan hijau nan luas tempat mereka bebas main, melompat,  berlarian dan berteriak melepas segala energi yang seperti tak ada habis-habisnya.





Selesai sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Pulau Kepingan surga - Samosir, melalui Tele. Jangan lupa siapkan  amunisi cemilan yang banyak buat menemani para krucil sepanjang perjalanan.

Panorama sepanjang mata memandang, sungguh membuat penat-penat hilang. Kami dimanjakan oleh hamparan hijau demi hijau pepohonan besar nan sejuk yang sayang dilewatkan. Rute alternatif menuju Pulau Samosir ini relatif sepi dan berkelok-kelok seperti tak berujung. Beberapa titik rawan longsor biasanya menjadi kewaspadaan bagi pengemudi kendaraan. Tak terasa 4 jam sudah kami menyusuri kelokan-kelokan jalan itu, perutpun sudah mulai keroncongan. Kami memutuskan berhenti di Rumah Makan Muslim yang kami temui di daerah Sidikalang.

Anak-anak tetaplah anak-anak. Di manapun mereka berada jiwa petualang mereka tetap muncul. Kami membiarkan saja mereka mengeksplorasi alam, kapan lagi mereka bermain bebas menapaki perbukitan yang sungguh jarang sekali ditemui di Medan.





Anak-anak sudah lebih ceria sekarang. Perut kenyang hati pun riang. Sepanjang perjalanan Berastagi - Sidikalang, mereka tak henti bercerita, bercanda dan bernyanyi-nyanyi, tak ada kata lelah bagi mereka, selagi malam belum tiba.

Konvoi mobil kami, kembali berada di atas aspal berkelok menuju Menara Pandang Tele. Meski hampir 5 jam perjalanan tapi rasanya puas menyaksikan panorama lukisan Ilahi yang maha indah. Sepanjang perjalanan pemandangan eksotis dan megah Danau Toba tak jemu untuk diabadikan.

Selamat Datang di Pulau Kepingan Surga. Begitu kira-kira bunyi salah satu spanduk yang terbaca saya. Artinya perjalanan kami telah melewati Dairi-Sidikalang dan kini memasuki wilayah Kabupaten Samosir. Tak lama sampai lah kami di Menara Pandang Tele.

Menara Pandang Tele ini berada tepat di Jalan Tele, kelurahan Lumban Punggol, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Menara ini dibangun ketika Samosir masih menjadi bagian dari pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1988 silam.

Dimekarkannya Tapanuli Utara menjadi Kabupaten Tobasa dan Samosir, otomatis membuat Tele masuk dalam wilayah Kabupaten Samosir. Penyediaan fasilitas sekaligus pengembangan Tele baru dimulai pada tahun 2018 lalu, ketika Danau Toba dan 'negeri indah kepingan surga' menjadi bagian dari skala prioritas pariwisata nasional.

Menara Pandang Tele adalah tempat tertinggi untuk menikmati keindahan Danau toba dan sekitarnya yang sangat memanjakan mata. Bila ingin menikmati pemandangan kaldera Toba, tak lengkap rasanya bila belum mampir ke sini.

Tiket menaiki menara 3 tingkat itu, hanya Rp. 5000,- saja per orang, relatif murah bukan? Dari puncak menara dapat terlihat megahnya Gunung Pusuk Buhit, dan hamparan sawah yang hijau. Kita juga bisa melihat gambaran air terjun yang mengalir dibalik perbukitan Danau Toba. Sayang sekali rasanya bila tidak mengabadikan momen indah di Menara Pandang Tele ini.



Sumber : www.google.com




Kini di lokasi ini telah dibangun rest area berdinding kaca yang semakin memanjakan para traveler untuk bersantai, sekedar menikmati minuman hangat dan pemandangan yang luar biasa indahnya.

Siang menjelang Sore di Tele benar-benar tak terlupa, inginnya sih berlama-lama menghabiskan waktu sampai sunset tiba. Tapi para driver yang tak lain suami-suami kami, agaknya telah lelah dan butuh memejamkan mata. Kami pun melanjutkan perjalanan selanjutnya. Tujuan kami adalah lokasi wisata pasir putih Parbaba. Kami akan menginap di Hotel Raja, sekitar setengah jam saja dari Pangururan.

Hotel kecil ini menjadi rekomendasi suami. Tarifnya tidak terlalu mahal sekitar 300 - 350 ribu per kamar . View pasir putih Parbaba dan Danau Toba langsung bisa dinikmati dari depan Hotel Raja. Lepas makan malam, para ayah melepas lelah degan pesta makan Durian. Hmmm...saya memilih tak bergabung, walaupun pesta itu menggoda, mata yang mengantuk ini agaknya perlu dipenuhi haknya.

Keesokan paginya, anak-anak tak sabar menceburkan diri di Danau Toba yang tenang di depan Hotel. Pemandangan pagi terasa syahdu sekali. Agak siang sedikit, tempat ini mulai ramai dengan para pedagang yang mulai membuka lapak-lapak dagangan mereka. Di sini tersedia tikar, ban, banana boat, speed boat, sepedah air, dan beberapa tempat berswa foto. Banana boat dibandrol 250 ribu per setengah jam yang bisa dinaiki 8 orang. Speed boat dibandrol 250 ribu juga untuk jarak tempuh sekitar 12 km mengitari Danau Toba. Untuk menaiki sepeda air cukup merogeh kocek 50 ribu saja, ban untuk berenang-renang di tepian danau cukup disewa dengan harga 10 ribu saja. 







Kawasan wisata ini, sebenarnya menjanjikan dan menyenangkan, hanya saja ada beberapa catatan saya. 
Pertama masalah sampah yang masih belum terkelola dengan baik, sampah berserakan di sepanjang pantai, hiks...sampah plastik terutama, semoga ini menjadi perhatian pihak-plihak yang berkepentingan di sana, karena sangat tidak nyaman sekali bagi wisatawan lokal seperti kami. Kemudian yang kedua banyaknya kotoran hewan yang kami temui di depan hotel, ini juga terasa mengganggu, dan yang ketiga semoga ketersediaan halal food semakin banyak di sana, mengingat kala perjalanan kemarin agak susah kami mencari sarapan pagi dengan menu halal. 

Selebihnya banyak sekali yang bisa digali dan dieksplorasi dari Pulau kepingan surga ini. Salah satu yang memesona anak-anak kami adalah bangunan rumah adat yang dilestarikan. Banyak lah pertanyaan anak-anak tentang rumah unik suku Batak yang satu ini, yang baru pertama kali mereka lihat. Ini menjadi sarana memperkenalkan budaya dan kearifan lokal di tanah Samosir ini kapada anak-anak. 

Anak-anak juga belajar survive ketika keadaan tak sesuai bayangan. Ini salah sat poin juga yang diajarkan dalam sebuah liburan keluarga. Misalnya ketika sarapan pagi harus berbagi karena kami kehabisan nasi gurih karena stok di penjual muslimnya terbatas. Mereka syukurnya happy dan tidak banyak tuntutan. Bersama sepupu-sepupu itu agaknya bahagia tak terkira-kira.




Rasanya tak cukup 1 hari saja kawan untuk mengeksplorasi Samosir, masih banyak destinasi budaya dan sejarah yang ingin sekali saya perkenalkan kepada anak. Seperti melihat makam Raja Sidabutar, Batu Parsidangan, Museum Hutabolon, menonton pertunjukan Sigale-gale di Tomok, dan melihat pengrajin ulos memainkan jemarinya menciptakan karya Ulos yang indah. 

Destinasi alamnya pun tak kalah luar biasa, saya masih penasaran dengan bukit Teletubbies, dan beberapa lokasi menarik lainnya. Sayang perjalanan kami dibatasi jatah cuti para ayah..hehehe...

Perjalanan mengeksplorasi Samosir - Pulau kepingan surga ini agaknya harus sampai di sini saja. Kami harus segera beranjak pulang. 

Setelah diskusi rute perjalanan mana yang akan kami tempuh untuk kembali ke Medan. Akhirnya kami memutuskan melewati Tigaras. Karena itu kami akan menyeberang terlebih dahulu dari Pelabuhan Simanindo ke Pelabuhan Tigaras.

Mendengar penyeberangan dari Simanindo ke Tigaras, agak membuat jantung berdetak lebih kencang. Masih terbayang kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun beberapa waktu yang lalu yang menewaskan banyak sekali penumpangnya. Ah...rasa ini berbanding terbalik dengan anak-anak kami. Mereka sangat antusias sekali. Lihatlah wajah wajah ceria mereka memakai pelampung orange selama penyeberangan.







Kami kini telah memasuki wilayah Kabupaten Simalungun. Tigaras masuk dalam wilayah Kabupaten Simalungun, sementara pelabuhan Simanindo masih masuk dalam wilayah Kabupaten Samosir. Dari sini kita juga masih disuguhkan pemandangan berlatar belakang Danau Toba yang menyihir, salah satunya naiklah sedikit ke tempat wisata favorit anak milenial Bukit Simarjarunjung, yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Pelabuhan Tigaras. 

Bukit Simarjarunjung memanjakan para pemburu spot-spot Instagrameble berlatar bebukitan hijau dan birunya Danau Toba. Siap-siap merogeh kocek agak dalam ya guys, karena tiap spot berbayar per orang sekitar 5 ribu - 10 ribu rupiah, bayangkan kalau fotonya ingin barengan sekeluarga seperti kami. Lumayanlah ya....tapi foto-foto epicnya memang luar biasa indah.






Perjalanan terakhir sebelum pulang ke Medan adalah mampir sekejap di Siantar Zoo. Kami sampai di sana di penghujung sore, beberapa saat lagi mungkin kebun binatang ini akan segera tutup. Anak-anak meski sudah beberapa kali ke sini tetap saja antusias. Kunjungan ke Siantar Zoo ini adalah penutup yang manis perjalanan panjang kami. Alhamdulillah meski melelahkan, rasanya puas melihat anak-anak bahagia menikmati tiap destinasi yang kami kunjungi.






Beberapa tips liburan bersama keluarga anti galau dan ramah kantong ala saya :

1. Siapkan budget kalau bisa jauh-jauh hari. Usahakan tidak mengganggu pos keuangan yang lain.

2. Sesuaikan tujuan liburan dengan budget yang tersedia. Liburan yang penting 'rasa' dan kebersamaannya kok. Kadang bila tak punya cadangan dana lebih, kami pun memilih berlibur ke tempat-tempat yang tidak terlalu jauh bahkan di dalam kota Medan saja. Kebetulan saya pun suka menikmati edutrip ke lokasi-lokasi cagar budaya di dalam kota. 

3. Buat itinarary yang detail, ini sangat membantu sekali kelancaran perjalanan liburan anda.

4. Sebaiknya menghindari perjalanan bersama keluarga di puncak-puncak masa liburan. Biasanya di mana-mana bakalan ramai sekali, tarif penginapan pun melonjak berkali lipat, kadang jalanan juga macet membuat perjalanan kita bertambah lama.

5. Jangan lupa stok jajanan untuk anak-anak yang banyak, dan makanan yang tahan lama untuk menemani bersantap bersama keluarga. 

6. Periksa kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Ini penting sekali guys.

7. Prepare perlengkapan pakaian untuk mengatasi cuaca dingin bila bepergian ke daerah dingin dan pakaian renang anak-anak.

8. Yang tak kalah pentingnya, booking hotel terlebih dahulu, biar lebih tenang, nyaman dan pasti. Bisa memanfaatkan relasi atau kenalan yang punya akses ke hotel yang kita tuju. Bila tidak ada kenalan jangan khawatir, sekarang sudah tersedia aplikasi yang memudahkan kita memesan kamar hotel di tempat liburan yang ingin kita tuju bersama keluarga.

Tinggal download aplikasi OYO INDONESIA saja, lalu kenyamanan kamar anda yang terjangkau dan ramah kantong berada di ujung jemari. Tak perlu sampai merasakan kehabisan kamar menginap ketika liburan tiba, kita tinggal memesan hotel mana yang kita tuju dengan mengklik kota atau daerah mana tujuan wisata kita yang sudah terdata dalam aplikasi.

Bila tujuan kita ke Samosir misalnya maka tinggal klik Hotel di Samosir saja, dan segera booking berapa kamar yang kita inginkan, lalu lakukan pembayaran. Simpel kan...liburan sekarang memang nggak pakai ribet. 



Nah....liburan sudah semakin dekat nih, sudah merencanakan mau pergi ke mana?
Jangan lewatkan serunya liburan tanpa ribet dan ramah kantong bersama  OYO INDONESIA


Liburan yuuuk....biar awet muda.




Tulisan ini diikutsertakan dalam blog competition yang diadakan oleh  OYO INDONESIA



26 komentar

  1. Menarik sekali liburannya. Kapan ya aku bisa berlibur lagi. Mengingat kerjaan masih banyak😂

    BalasHapus
  2. Ntar kalau ada kesempatan ambil cuti akhir tahun dek...semoga ya...

    BalasHapus
  3. wah MasyaAllah Tabarakallah Kk.. baca tulisan kk serasa ikut dalam perjalanan ha..ha.. mengalir banget kk...

    BalasHapus
  4. Maraton liburan nih ya kk sama keluarga, seruu sih ini dari debuk2, btagi, ke tele.

    Udah kebayang kalau mandi air panas dibawah dinginnya udara sidebuk-debuk, enak kalii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes....ternyata seru juga kalau malam malam ke debuk-debuk. Pantesan rame kali

      Hapus
  5. wih ... panjang perjalanan jenjalannya. pulaknya sekali lewat semua itu ya kan. beberapa tempat di atas ada satu dua yang belum pernah evy kunjungi kak. jadi tau infonya dari sini hehe. makasih kak ning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya vy, manfaatin cuti n liburan sekolah anak-anak. Paling bisa setahun sekali lah kalau mau agak agak jalan jauh gini.

      Hapus
  6. Enak banget memang kalo liburan bersama keluarga besar. Kebersamaan sangatlah penting, semoga tahun depan saya nyusul liburan kesana ya kak hehehe....

    BalasHapus
  7. Enak banget memang kalo liburan bersama keluarga besar. Kebersamaan sangatlah penting, semoga tahun depan saya nyusul liburan kesana ya kak hehehe....

    BalasHapus
  8. Enak banget memang kalo liburan bersama keluarga besar. Kebersamaan sangatlah penting, semoga tahun depan saya nyusul liburan kesana ya kak hehehe....

    BalasHapus
  9. Iya. Apalagi anak-anak dek. Lebih senang jenjalan itu kalau rame-rame sama sepupu-sepupunya. Dah lah seneng ajalah itu sepanjang jalan. Itu aja pun yang ditanya-tanya nya, kapan lagi kita pergi-pergi nginep sama sodara-sodara. Hehehe...aamiin...monggo liburang bareng keluarga dek

    BalasHapus
  10. Meskipun liburan bagi emak hanya berpindah tempat mengasuh anak, tapi liburan memang membawa suasana relaxing bagi emak juga,

    Btw, awak juga masih mengingat liburan ke Hutan sama ayah kami kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha..cuma pindah tempat doang emak tetep rempong yak...tapi kalau dah agak gedean dah mulai agak santai tu cha.
      Iya...seru ya kan kenangan yang dulu sama ortu kita

      Hapus
  11. Memang kepingan surga ya kak ning,keren2 tempat nya kemaren suami juga kesana acara kantor sedih y g bisa ikutan,semoga nanti bisa kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sebenarnya danau toba itu banyak banget surga tersembunyinya. Cakep nggk kalah sama luar ya kan...

      Hapus
  12. Liburan adalah momen menabung kenangan indah di benak anak ya kak, masyaAllah

    BalasHapus
  13. Yes zi...ayok lah liburan. Dah bisa dicilek aa alfa dari sekarang

    BalasHapus
  14. Aih awak jadi iri ni udah lama kali gak liburan ke samosir awak butuh liburan hiks hiks, btw tips2nya mantul kak ning sukses ya kak :)

    BalasHapus
  15. Mantul hasil penelitiannya itu ya Kak. Kesimpulannya kl mau selalu berbahagia, sehat, awet muda, pesanlah hotel melalui OYO, ehh sering² pergi liburan sekeluarga, hehe. Kl pesan lwt OYO ya liburanlah itu ya kann... Thanks for sharing, Sista

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya...semalam liat di sidebuk debuk pun ternyata udah ada hotel yang kerjasama dengan OYO. Murah meriah tapi faislitasnya lumayan

      Hapus
  16. Ah, jadi pengen ke sana lagi kan. Seru dan nikmat banget jalan2 di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes dyah...banyak ternyata destinasi yang bagus2 yang belum tereksplorasi

      Hapus
  17. Gw banget inih. Kalo lagi pengen liburan tapi budget tipis, hotelnya gak jauh-jauh dari Airy, OYO, RedDoorzs, wkwkwkwk

    BalasHapus
  18. fokus ke bakso amat, tiap hari macet juanda karena dibuat nya wkwkwkwk. mntap kak bisa jd rekomendasi nih buat liburan.

    BalasHapus