Wisata tematik dan edukatif Kampung Qur'an Bandung




Beberapa bulan yang lalu, alhamdulillah saya dan teman-teman SLC (Sygma Learning Consultant) dari Sygma Daya Insani, berkesempatan mengunjungi Kampung Wisata Qur'an yang terletak di Jl. Babakan Sari No. 71 Kiara Condong Bandung.

Kampung wisata Qur'an merupakan program yang diinisiasi oleh Syaamil Group dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Kota Bandung untuk merealisasikan visi misi kedua belah pihak.

Sebagai Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2013 silam, Syaamil Group kini telah menjelma menjadi perusahaan terbesar penerbitan Qur'an dan buku sirah nabawiyah di Indonesia. Dengan visi membumikan Al-qur'an dan menghidupkan sirah nabawiyah, maka pada tanggal 12 Agustus 2019 yang lalu, Syaamil Group memperluas kebermanfaatannya dengan membuka Kampung Wisata Qur'an.

Tempat ini gratis dan terbuka untuk umum, bekerjasama dengan pemerintah setempat. Diharapkan destinasi ini bisa merealisasikan salah satu visi Pemkab kota Bandung yaitu mewujudkan Bandung sebagai kota agamis. Kampung wisata Qur'an ini sendiri bisa menjadi salah satu destinasi religi alternatif bagi warga Bandung khusus nya maupun dari luar kota Bandung.

Nah saya yang baru pertama sekali mengunjungi tempat wisata ini merasa sangat exicting sekali. Terlebih sudah sejak lama saya mendengar bahwa Syaamil Group adalah the only one Perusahaan penerbitan Qur'an dan buku-buku sirah nabawiyah yang memiliki percetakan sendiri dan mengintegrasikan proses percetakannya sesuai 'adab' dan bersertifikasi halal MUI.

Apa saja yang ada di Kampung wisata Qur'an ini? Simak terus ya ceritanya...



Pertama sekali sampai di areal ini, kami langsung disambut jajaran direksi Sygma Daya Insani selaku penyelenggara acara Bootcamp. Kami langsung menaiki lantai 2 gedung Syaamil Group menuju aula yang diperuntukkan untuk menyambut dan mengedukasi pengunjung. Di lantai ini sekaligus kantor Sygma Daya Insani dan disediakan beberapa spot berswafoto juga. Setelah opening session oleh divisi wisata Qur'an, kami pun langsung dibagi 3 kelompok  dan masing-masing dipandu oleh seorang tourguide.



Petualangan pun  dimulai. Kami langsung memasuki gedung penerbitan Qur'an dan buku sirah yang dibagi atas 2 ruangan, yaitu ruangan khusus desain dan ruangan fabrikasi.

Di pintu depan, suasana sejuk langsung menyambut kedatangan para tamu, hiasan dinding bertuliskan dzikir seolah menyambut hangat kedatangan kami. Abang tourguide langsung menjelaskan bahwa ini adalah ruangan etalase untuk memperkenalkan produk-produk Al qur'an Syaamil yang ternyata sudah banyak sekali variannya. Kami pun sibuk memperhatikan penjelasan tentang Qur'an syaamil tersebut sambil mengambil foto dari beberapa angle.








Lalu lanjut memasuki ruang fabrikasi yang terbagi atas 4 area besar. Udara mulai terasa lain, aroma kertas menyeruak dan pemandangan serta kesibukan proses pembidanan Al-quran dan buku-buku sirah segera menarik perhatian kami.

1. Proses Percetakan lembaran qur'an
Di area ini tourguide kami menjelaskan tentang kertas sebagai bahan baku pembuatan Qur'an dan buku-buku sirah. Bahwa kertas yang digunakan adalah kertas yang telah disertifikasi kehalalannya oleh MUI, artinya kertas ini bebas dari unsur-unsur yang tidak halal ya....daaan...kertas yang digunakan adalah kertas berkualitas tinggi anti rayap dan awet hingga 100 tahun. Tapi tetap nggk tahan air guys...kalau kena tumpaham air tetap saja basah wkwkwkkw...ya iyalah 😂

Lanjut melewati tumpukan kertas, kami langsung ditunjukkan bahwa semua tumpukan kertas dan hasil cetakan diletakkan pada papan-papan kayu yang tidak terlalu tinggi. Artinya tidak ada satupun yang terletak di lantai begitu saja. Semua berada di atas dipan-dipan sebagai alasnya. Inilah salah satu adab yang diberlakukan dalam percetakan Syaamil Qur'an.






Yang tak kalah kerennya, apa yang menjadi ritme dalam perusahaan ini adalah suasana bekerja rasa pesantren yang terus dijaga. Jadi di dalam ruangan percetakan ada musholla tempat berbagai kegiatan keagamaan para pekerja berlangsung. Seperti dhuha, tilawah, belajar tahsin, murajaah hafalan, kajian kitab, doa pagi dan sebagainya yang menjadi ruh para pekerja sehari-hari. Bahkan dianjurkan untuk berpuasa senin kamis dan menjaga wudhu' selama bekerja.

Di berbagai sudut areal percetakan terlihat tulisan tulisan yang bersumber dari kutipan hadits yang di tempel di dinding-dinding.





Salah satunya petikan hadits yang berbunyi :


' Barangsiapa yang sore harinya duduk berlelah-lelah lantaran kerja yang telah dilakukannya, maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. '  HR. Thabrani


Lingkungan bekerja yang benar benar mendukung spiritualitas ini menjadikan tempat ini terasa sejuk dan penuh berkah insya Allah.

Mereka yang menjalankan proses penerbitan Qur'an ini rata-rata adalah anak muda yang sebagiannya adalah penghafal-penghafal quran. Masya Allah kan...
Ahhh saya bahagia sekali menjadi bagian dari perusahaan ini. Berarti ikut menciptakan lapangan kerja sekaligus membangun sebuah peradaban qur'ani.


2. Proses Pelipatan
Kami lanjut melihat prosesi selanjutnya, proses memeriksa lembaran-lembaran Al qur'an yang telah dicetak. Masya Allah...2 anak muda yang cekatan sekali memeriksa lembar demi lembar Qur'an yang sudah dicetak, bahkan mereka bisa memeriksa hingga 5000 lembar perhari...luar biasa, mesti full konsentrasi, dan nggak boleh galau 😂

Lalu proses pelipatan, penyusunan trus penjahitan lanjut proses penyortiran yang dilakukan secara manual.






3. Di areal ketiga adalah proses pengeleman, pengepresan, pemasangan skiplat dan boklem. Yaitu proses mamasang pembatas halaman bagian depan dan belakang serta penambahan aksesoris seperti tali pembatas.

Yang menarik adalah memperhatikan proses pengeleman yang dilakukan 2 kali. Nah tourguide kami menjelaskan secara detail bahwa lem yang dipakai oleh Syaamil group untuk mengelem qur'an dan buku sirahnya juga tak lepas dari lem yang memenuhi standar kehalalan MUI.

Lem pertama yang digunakan adalah lem yang berwarna putih merupakan lem yang terbuat dari campuran nabati yaitu biji bunga Matahari dan tepung kanji.

Sedangkan lem kedua yang digunakan adalah lem yang berasal dari campuran bahan kimia dan tulang sapi. Proses penyatuan buku dengan lem ini dilakukan secara manual.







4. Area keempat sekaligus area terakhir adalah area tempat proses pengecekan akhir yang merupakan bagian dari quality control dan dilanjutkan dengan proses pengemasan (packaging).



Beberapa hal menarik lainnya adalah, perlakuan terhadap qur'an yang belum memenuhi standar penerbitan. Misalnya yang tulisannya berbayang, yang ada noda titik walau sedikit, dan sebagainya, nah terhadap al-quran ini tidak dibuang atau dibakar ya guys...tapi dicek ulang kembali secara manual lalu diganti bagian mana yang rusak.

Bagaimana dengan buku sirah Nabawiyah ?
Ahh masya Allah....selama ini kami hanya melihat dan mensyiarkan buku-bukunya ke tangan ayah bunda customer kami, bagitu melihat proses kelahirannya rasanya senang dan bahagia, bahkan beberapa temen ada yang memeluk tumpukan buku Muhammad teladanku laksana memeluk kakbah, sayapun demikian juga 🤭




Berdiri di sana, mendengar penjelasan demi penjelasan tentang Syaamil Group, saya jadi menarik banyak kesimpulan. Salah satunya merasa bersyukur menjadi bagian dari sebuah keluarga yang misi keumatannya jelas dan nyata. Jauh dari kapitalism yang mengedepankan kemakmuran pada segelintir orang saja, perusahaan ini lahir dari dan untuk umat, dibesarkan oleh umat dan membesarkan umat juga.

Hari ini, Syamil Grup telah memiliki perusahaan penerbitan Qur'an dan buku sirah nabawiyah, sudah merintis pesantren tahfidz juga, gerakan wakaf buku sirah, wakaf qur'an, rumah syaamil qur'an, program semua bisa mengaji, dan masih akan tumbuh membesar, memberi manfaat dan insya Allah menabur berkah ke sektor sektor lainnya. Aamiin

Kuyy...yang ke Bandung jangan lupa mampir ke sini ya...

Kampung wisata Quran Syaamil
Jl. Babakan sari no. 71 Kiara condong
Bandung - 40283

Gratis dan terbuka untuk umum
Buka setiap Rabu dan Kamis
Sesi Pagi pukul : 09.00 - 11.00 wib
Sesi siang pukul : 13.00 - 15.00 wib
CP. 0227208298





























16 komentar

  1. Awal bulan Nov3mber ini sudah ke sini.
    n_n

    BalasHapus
  2. MaasyaaAllah serunya ya wisata tematik begini. Terharu sekali pas tau bahkan kertas yang dipakai untuk cetak Al-Qur'an saja sudah dijaga sebaik mungkin kehalalannya ya... Semoga bisa ikutan ngerasain wisata kayak gini juga ya kak

    BalasHapus
  3. Iya ka...alhamdulillah...semoga bisa ke sini bareng bareng kita ya...ayokla dilanjutkan n direalisasikan bisik bisik kita kemarin...🤭

    BalasHapus
  4. MasyaAllah.
    Asyiknya gratis..
    Tapi jauh kakak,..
    haha, nanti kalo emang ada langkah ke bandung. Ini jadi wish list deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya gratis masuknya cha...mana tau Bandung cha...mampir lah ke sana 🤗

      Hapus
  5. MasyaAllah, asyiknya bisa jalan-jalan religi seperti ini. Apalagi gratis ya kk. KAmi punya MyFA untuk anak-anak dan alqur'an Tikrar. Produk sygma recomended deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah dyah...jenjalan sekaligus acem pesantren kilat kami di sana 😂
      Ohh dyah udah pubya Al quran tikrarnya ya..kemarin kami diajari juga cara menghafal quran dengan al quran tikrar. 1 ayat diulang2 dibaca 20 smp 30 x insya Allah hafal dengan sendirinya

      Hapus
  6. Senangnya ya kak, bisa berkesempatan ke bandung melihat langsung pembuatan bukunya, jadi pengalaman berharga pastinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah iya ied...selama ini cuma liat produk jadinya aja...begitu ke sana jadi faham rumitnya ternyata penerbitan quran dan buku buku ini. Masya Allah

      Hapus
  7. Bisa dibilang ini semacam tempat wisata rohani ya mbak? Banyak ilmu yang didapat pastinya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mbak...bisa buat wisata religi juga bagi keluarga dan komunitas.

      Hapus
  8. masyaAllah bagus kalii. baru dibuka agustus ya kak, msh baru kali. smoga makin bnyak lokasi yg kasi ilmu bukan hanya untuk dunia tp akhirat jg kayak gini ya...

    BalasHapus
  9. MasyaAllah.. Baru denger nih ada kampung wisata Qur'an. InsyaAllah klo ke Bandung bakal diusahain kesana. Perusahaannya keren, kayaknya klo kerja disana, secara langsung atau tidak bisa hafal Qur'an. Wong yang dipegang nggak jauh2 dari Qur'an ya kak.

    BalasHapus
  10. Aku baca ini auto kangen Bandung kaaak. Huhu. Dulu pernah jualin Quran Madina ini juga

    BalasHapus
  11. MasyaAllah ternyata diproses sepenuh hati ya Kak Ning,, ada tahap yg musti dilakukan manual lg. Salut deh dg behind the scene-nya Quran Madina ya. Btw senang x Kaka bs berwisata tematik dan edukatif spt ini yaa

    BalasHapus