Putus sambung dengan Food Combining

Foto cridit : Pinterest


The way you eat i
A reflaction of 
The respect you have 
For yourself
-Pure Ella-


Usia-usia seperti saya ini, kabarnya usia yang kudu mulai aware dengan kesehatan. Udah berasa nih  kalau timbangan badan geser ke kanan dikit, badan mulai ngasi sinyal nggak enak. Mulai agak mager, gampang lelah, dan keluhan perut pun datang.

Kadang kalau sudah begini ngaruh juga ke kondisi psikis, mamak jadi gampang esmoni jiwa pemirsah... hehehehe... Kasian kan ya...anak bisa jadi korban baper emaknya.

Nah kalau mulai muncul tanda-tanda di atas, sebenarnya ini adalah alarm, artinya tubuh ngasih sinyal kalau dirinya mulai acidic (ph darah mulai asam), thats why kenapa kita jadi merasa nggak nyaman.

Kalau sudah begini nih barulah kemudian saya merasa perlu lagi ngerecall pola makan sehat ala Food Combining yang sebenarnya sudah lama dijalani. Tapi.... ya gitu deh. Jalaninya pake acara putus nyambung-putus nyambung, udah acem lagu BBB ....Wkwkwkwk...

Sebagai pelaku FC tapi garis suka-suka alias suka nggak konsisten dan suka khilaf ini,  sebenarnya saya merasa cocok dengan pola makan padu padannya Food Combining. Setidaknya yang saya rasakan bertahun-tahun ini, walaupun nggk terlalu konsisten, tapi saya sudah menikmati dampaknya, saya jadi hidup minim obat-obatan dan suplemen. Jarang banget dah beli suplemen dan obat. Anggaran beli suplemennya dialihkan ke belanja buah dan sayur.

Alhasil lama kelamaan alam bawah sadar jadi mensugesti sendiri kalau ada keluhan nggak enak di badan berarti saya harus back to FC, ngencengi ngunyah sayur,  buah dan minum air kangen yang banyak, ngurangi prothew, glutten, dan gula. Walaupun sekali waktu cheating  bar bar nggak karu-karuan alias segala-gala dimamah, tapi pasti deh selalu balik lagi dan lagi on the right track pada FC.

Sebelum kenal FC saya lebih dahulu kenal dengan  Kangen Water ( air alkali), baru kemudian bergabung di komunitas Food Combining  Medan.
Waktu itu aktivitas yang sempat di lakoni bersama temen-temen komunitas, baru sebatas kopdar beberapa kali dan sempat menggelar even seminar Kangen Water dan FC yang menghadirkan Eri Karlebang - pakar FC Nasional dan penulis buku-buku FC. Dari situlah kemudian mulai aktif menyimak twit-twitnya beliau, beli buku-buku beliau  dan mantap menjalankan FC.

Tapi seiring kemudian putus kontak dengan komunitas FC Medan karena BB rusak...mulailah agak-agak selingkuh dari FC Hahahaha.
Komunitas memang jadi booster semangat ya untuk melakukan sesuatu yang baik. Sendiri biasanya jadi kebanyakan khilaf n ngelesnya. Gkgkgk...


Why Food Combining?
Di sekitar kita sering sekali kita dengar orang-orang yang mengeluhkan kondisi kesehatannya, di usia 40 an tahun bahkan 30 an tahun. Penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, Diabetes mellitus, dll sudah menjadi hal yang jamak menyerang usia-usia produktif.

Tak bisa dipungkiri, kita dikelilingi oleh lingkungan yang menurun kualitasnya. Terutama bagi yang tinggal di kota, setiap hari, kita menghirup udara yang kuantitas ion negatif nya semakin menurun sebagai dampak dari pembangunan dan modernisasi, plus polusi udara yang semakin luar biasa di mana-mana.

Belum lagi kualitas air, kualitas sayur dan buah yang terpapar pestisida ditambah gaya hidup serba instan serba cepat, memaksa kita juga mengkonsumsi junk food yang tinggal dipesan melalui smartphone saja. Menghadirkan junk food kini hanya tinggal menjentikkan ujung jemari saja, mudah sekali.

Belum lagi tuntutan dunia kerja memaksa kita untuk tak punya waktu berolah raga teratur, dan gampang menjadi stress. Kalau sudah begini pola makan menjadi tak beraturan dan tak sehat lagi.

Dua yang menjadi sumber berlabuhnya penyakit yaitu fikiran dan perut, agaknya memang harus menjadi perhatian serius.

Dr. Hiromi Shinya, MD, seorang pakar gastroenterologi di dunia menjelaskan dalam bukunya 'The Microbes factor' :
Dua pertiga sel imun dalam tubuh kita berkumpul di usus, bagian terpenting saluran pencernaan.  Ketika lingkungan usus terganggu dan berada dalam kondisi buruk ( pH asam), maka masalahnya akan melebar tak hanya menyangkut masalah usus. Jika tidak dilakukan upaya untuk memperbaiki kesehatan usus, maka kekuatan kekebalan dan daya hidup akan melemah sehingga membuat kita rentan terserang penyakit.

Meskipun berulang kali kita mendengar orang meneriakkan 'you are what you eat', tapi kadang tetep aja kalah dengan keinginan kita memakan segala yang diinginkan bukan yang dibutuhkan  untuk kesehatan usus. Betul apa betul ?

Pertanyaan paling menohok yang saya catat dari salah satu tutor FC kami :
'Sudah berapa lama zholim sama usus mak? Nggak pengen tobat dan minta maaf?'

Hiks...iya juga kan ya...kita suka tega sama usus sendiri padahal usus udah ngasih yang terbaik untuk kita dari sejak lahir ke muka bumi.

Jadi... kenapa kudu merubah pola makan dengan menerapkan Food Combining?  Alasannya karena ingin sehat. Ingin memberi hak usus, hak tubuh, hak kesehatan pencernaan. Adapun kalau berat badan turun, itu mah hanyalah bonus. Tapi bukan jadi tujuan utama.

Sebenarnya banyak banget metode makan sehat yang kita kenal, tapi saya pribadi lebih klik dengan FC.
Secara Food Combining ini sebenarnya bukan diet, tapi merubah pola makan agar sesuai dengan mekanisme alamiah fungsi tubuh kita. Tanpa meniadakan salah satu unsur atau kandungan makanan yang selama berpuluh tahun dari bayi sampai kita dewasa menjadi konsumsi setiap hari.

Jadi kita hanya merubah padu padan asupan makanan kita, tapi masih bisa happy menikmati semuanya, itu salah satu alasan yang tidak membuat saya frustasi. Jadi makanan yang mengandung ya karbo, ya protein hewani ya protein nabati, buah, sayur, dan lain-lain dalam Food Combining tetap boleh disantap asalkan sesuai juklak (petunjuk pelaksanaan). 
Bahkan seminggu sekali kita masih bisa jajan makanan idaman kita juga kok...enakkan?



Sejarah Food Combining
Food Combining sebenarnya sudah lama dikenal manusia. Akarnya diambil dari sejarah orang-orang Esseni (bangsa yang hidup di Palestina 2000 tahun yang lalu). Kemudian diperkenalkan oleh Dr. William Howard Hay yaitu seorang ahli bedah kenamaan pada tahun 1920-an di AS. Pola makan ini kemudian dikenal sebagai Hay System.


Bagaimana Juklak Food Combining?
Prinsip Food Combining ini sebenarnya hampir sama dengan 4 sehat 5 sempurna hanya saja di sesuaikan dengan siklus pencernaan dan keseimbangan asam basa  jaringan tubuh dan darah ( pH 7,3 - 7,5).
Kondisi ini dikenal sebagai kondisi homeostatis.

Bila pH jaringan tubuh dan darah di atas 7,8 atau di bawah 6,8 maka akan terjadi gangguan metabolisme tubuh.
Oleh karena itu dalam juklak FC, makanan yang  sebaiknya kita konsumsi adalah makanan yang lebih banyak berkontribusi membentuk pH alkali ( basa) di dalam tubuh.



Foto cridit : google.com



Selain disesuaikan dengan pH, di dalam juklak  FC  pola konsumsi makanan juga harus disesuaikan dengan periode siklus tubuh kita berdasarkan ritme sirkandian yang terbagi atas 3 siklus yaitu :

1. Siklus pencernaan
(berlangsung pk 12.00 - 20.00)
Ini saat yang tepat untuk menyantap makanan padat. Tubuh secara aktif mencerna makanan.

2. Siklus Penyerapan 
( Berlangsung pukul 20.00 - 04.00)
Saat penyerapan makanan. Saat terjadi juga penggantian sel yang rusak dan pembentukan sel baru. Sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan pati dan protein hewani yang sulit dicerna.

3. Siklus pembuangan
(Berlangsung pukul 04.00 - 12.00 )
Tubuh membuang sisa makanan dan sisa metabolisme.
Sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan padat atau pun pati dan protein hewani. Pilihan di pagi hari adalah mengkonsumsi  buah secara eksklusif yang segar, manis dan berair.


Foto cridit : arnaldowenas.blogspot.com


Kemudian yang mendasari pola makan dalam FC juga adalah pola kerja enzim di dalam tubuh, dimana ada enzim yang bekerja efektif dalam kondisi basa dan ada enzim yang efektif dalam kondisi asam. Sehingga dalam Juklak Food Combining, tidak disarankan hidangan pati dimakan bersamaan dengan hidangan protein hawani.

Jadi kombinasi makan besar (makan siang dan sore) yang disarankan adalah hidangan pati + sayur atau protein hewani + sayur.


Foto cridit : 
IG @dapur_foodcombining


Foto cridit : google.com


Jangan lupa, kecukupan air di dalam tubuh juga menjadi penting dalam pola hidup sehat apapun. Menurut anjuran Dr. Hiromi Shinya, sebaiknya air yang  banyak kita konsumsi adalah air alkali untuk membantu mengalkali kan tubuh.


Foto cridit : google.com


Mudahkah menjalankan Food combining?

Buat saya awalnya nggak segampang membalikkan telapak tangan Fergusso....

Secara pola makan kita dah karatan mesti nasi plus ikan plus sayur plus kerupuk lagi sebagai pelengkap digabung jadi satu dalam satu piring. Nah kemudian kudu dirubah menjadi :

Pagi :   Bangun tidur minum perasan lemon atau jeruk nipis yang dicampur air hangat dan makan hanya eksklusif  buah. Buah yang dimakan diupayakan yang masak di pohon, manis dan berair.

Foto cridit : Pinterest


Siang : sekitar jam 11 makan besar (kombinasi sesuai juklak). Kalau mau nasi harus dengan sayur, kalau mau makan  protein hewani ya kudu dengan sayur juga.


Foto cridit : Pinterest


Malam :  sebelum jam 20.00 sudah harus selesai makan besar ke 2 dengan kombinasi sesuai juklak.



Nah...ini awalnya bener-bener buat gagap bin kaget Marimar.....

Secara pagi yang biasanya berseliweran di lambung lontong, bakwan, mie balap, bubur dan kawan-kawannya diganti only buah.. nyesekkan???? Baru boleh makan berat setelah jam 11 atau jam 12. Nunggu jam 11 dah kayak nunggu bedug maghrib pas puasa maaaak. Hahahaha...

Tapi percayalah Esmeralda...ala bisa karena terbiasa. Lama-lama insya allah biasa kok. Malah kalau makan yang lain selain buah, perut berasa begah.


Anyway....sebagai penutup, tubuh kita ini adalah mesin super canggih pemberian Allah yang luaaaar biasa harus disyukuri. Bayangkan....tubuh kita mempunyai kemampuan merepair dan merevenew sel-sel nya sendiri, menghempas radikal bebas dan memberi sinyal ke otak bila terjadi suatu keadaan yang tidak menguntungkan.

Tugas kita hanyalah mengapresiasi tubuh especially usus setiap saat dengan memasukkan makanan dan minuman yang sesuai dengan kebutuhan dan mekanisme kerja mesin tubuh itu sendiri.

Sistim pencernaan kita tidak diciptakan untuk mencerna berbagai makanan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Sebab enzim pencernaan tidak bekerja pada pH yang sama. Itulah sebabnya kita mesti memadu padankan apa yang masuk. Buah sebaiknya di makan eksklusif di pagi hari dan tidak di campur dengan makanan lain semisal pati dan prothew.


Makan lah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
Ini salah satu nasihat Rasulullah untuk mencintai sistim pencernaan kita.

Makanlah segala yang halal dan thoyyibah, tapi aturlah sesuai kebutuhan usus dan tubuh kita.

Semoga bermanfaat...


Berikut beberapa menu FC pagi, siang hingga malam hari.


 Foto cridit :
Ig @myhealthyfebee


Foto cridit :
Ig @myhealthyfebee


Foto cridit :
Ig @m











20 komentar

  1. Kirain tadi bahas food combining buat mpASI mbak ning.
    Hehehhe

    BalasHapus
  2. Bukaaan....hihihi...anakku belum Fc juga mbak. Tapi suka jus jusan. Alhamdulillah suami dah mulai lah...

    BalasHapus
  3. Makan FC buat makan siang sama makan malam ini insyallah sudah bisa saya terapkan buat makan pagi ini yg susah ka godaan makan mi balap, lontong sayur, nasi uduk saya belum bisa hilang😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah kebalik kita ya mbak...kalau pagi malah bisa nahan...nah pas siang...godaan nasi sama ikan...aihhh bikin khilaf

      Hapus
  4. saya putus sambung juga sama fc. dan mulai lagi pasca opnam kemaren, nambah lagi harus diet garam. karena gak tahan juga makan makanan hambar, tak beli juga garam untuk diet dan hipertensi ituw.

    beli buah-buahn untuksarapan persediaan beberapa hari, ehhh anak awak pun mau juga sarapan buah ajah... terkahir persediaan untuk tiga hari jadi untuk satu hari... pening emak, kudu keluar lagi beli stock buah.. terakhir ya tergoda nasi goreng buatan sendiri hihihihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaa nyetoknya kudu sekulkas berarti yak....semangat ya mb vi...nggk apa2 sekali dua kali tiga kali cheating. Habis tu semangat FC lagi...

      Hapus
  5. xixixi.. kayak lagu BBB. Enak kk putus nyambung. aku malah belum memulainya. padahal kenal dan ikutin komunitas FC dari sekitar $ tahun yang lalu. Alasan klisenya paksu belum mau diajak FC, lah kok agak berat ngejalaninya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama2 emang berat kali mau mulainya. Dulu kk pertama mau nyoba minum lemon hangat juga gitu. Semangat 45 beli lemonnya tapi dibiarin sebulan di kulkas nggk disentuh hahaha...parno parno gimanaaa gitu. Pas udah dijalani ternyata nggak seburuk bayangan kk ternyata

      Hapus
  6. Hmmm kalo ini penyakit saya ga prnh bisa konsisten. Dari 10 tahun lalu disuruh diet eh yg ada malah nambah berat badan. Sampai skrg. Tapi optimis utk tetap "mulai diet esok hari" Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi...emang susah euy konsisten itu des...apalagi ketemu yang enyak-enyak...dietnya besok aja ya kan...besok nya...gitu juga....hehehe...

      Hapus
  7. Alfie masih belum rutin kak... Mau konsisten sih. Efeknya bagus banget kalau bisa rutin. Waktu di Batam, udah mulai konsisten kak. Tapi begitu di Medan, udah mulai tidak.

    BalasHapus
  8. Godaan kuliner medan war boasa ya fie..banyak kali yang enak-enak...bikin khilaf tiap hari...

    BalasHapus
  9. Susah juga ya di terapin rutin kak.

    BalasHapus
  10. Pernah coba, bertahan sampai 2 Minggu saja, setelahnya... Back to habit, hihihihi. Jadi kepikiran mau coba lagi, setelah membaca artikel ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba lagi mb jangan menyerah...walaupun godaan banyak gentayangan..hehehe

      Hapus
  11. Bacanya serasa nonton telenovela ya kak..hihihi😆😁😄😄

    BalasHapus
  12. Bacanya serasa nonton telenovela ya kak..hihihi😆😁😄😄

    BalasHapus