Tripventure ke Pulau Kepingan Surga (1)

Family trip, menjadi momen yang manis untuk meretas kebersamaan dan menciptakaan kenangan masa kecil penuh kesan buat anak-anak.

Walau sudah puluhan tahun terkadang ingatan menyenangkan di masa kecil, masih tersimpan panjang dan menjadi pemantik perasaan bahagia di hati ketika dewasa bahkan menua.

Kalau Lihat foto jadul tiba-tiba senyum, atau suatu ketika jadi pengen menapak tilas suatu tempat tertentu karena ada kepingan kenangan yang tertinggal di sana, itu artinya masa lalu kita bahagia.

Itu sebabnya, sebagian orang tua mengusahakan kesempatan liburan untuk melakukan perjalanan. Bahkan ada yang menabung khusus untuk perjalanan demi perjalanan bersama keluarga tercinta. Tak lain tak bukan, demi mengisi pundi-pundi kenangan manis di hati anak-anak.


Bagi kami, perjalanan itu tak mesti jauh, tak mesti mahal. Yang pasti kami nyaman menjalaninya. Kadang berjalan mengitari kota, melihat-lihat destinasi yang ada atau sekedar mengunjungi saudara pun kami maknai sebagai sebuah perjalanan.


Kalau ada rejeki lebih, tak ada salahnya dialokasikan untuk mengunjungi tempat-tempat yang agak jauh atau yang belum pernah dikunjungi. Percayalah perjalanan itu bukan sekedar menghabiskan uang, tapi mengayakan. Banyak pelajaran berharga yang dipetik anak-anak dan kita. Bukankah hati yang bahagia itu nikmat yang luar biasa ? Rejeki tak mesti dalam bentuk uang bukan?



Dan liburan kali ini kami nikmati untuk melakukan perjalanan bareng-bareng bersama  keluarga. Tepatnya kami rombongan dengan 9 orang dewasa dan 7 anak-anak. Konvoi rame-rame alias pigi-pigi bareng itu makin rame makin seru...


Perjalanan kami diawali dengan mengunjungi tempat pemandian air panas alami Pariban di penghujung desa Sidebuk-debuk. Kurang lebih 2 jam perjalanan dari kota Medan.


Pariban salah satu pionir wisata pemandian air panas dengan konsep yang berbeda dengan pemandian-pemandian air panas yang lain di sekitarnya. Biaya masuk yang terjangkau hanya sekitar Rp. 10 rb rupiah saja, ditambah fasilitas yang lumayan lengkap, kamar mandi yang relatif bersih, parkiran yang luas, cafetaria yang nyaman, kolam-kolam ikan, taman kelinci, dan waterboom dengan air dingin,  menjadi daya tarik banyak pengunjung berkunjung ke sini lagi dan lagi....acem makan wafer yak...hehehe...

Selain itu suguhan pemandangan gunung Sibayak nan kokoh dan indah menyamankan pengunjung berlabuh untuk sekedar melepas penat, atau sekedar berkumpul ria bersama keluarga.


Sesekali berkunjunglah di malam hari. Ternyata asik juga loh menikmati sensasi mandi air panas malam hari bercahayakan rembulan dan lampu-lampu terang Pariban yang eksotik. Mantul...mantap betul !

Semakin malam semakin banyak pengunjung berdatangan merendamkan tubuh memenuhi kolam-kolam air Pariban yang suhu dan kadar belerangnya berbeda-beda di tiap kolam. Ada lebih dari 5 kolam pemandian yang tersedia di tempat ini.  Meski begitu di hari libur, semua kolam akan dipenuhi pengunjung.


Bersantap malam sehabis berendam bersama keluarga rasanya semakin lezat, kita bisa menyewa bilik-bilik yang jumlah nya lumayan banyak di sana. Tapi bila hanya ingin singgah sebentar saja, pilihan membawa tikar dan menggelarnya di dekat area pemandian pun asik juga.


Bila ingin bermalam, di tempat tersebut tersedia kamar-kamar nan nyaman untuk pengunjung dengan tarif bervariasi. Silahkan pilih mau bermalam atau tidak.


Bagi yang membawa anak-anak dan orang tua, well prepare lebih baik ya...bawa selimut tebal, jaket tebal, shal, kaus kaki dan topi untuk menghangatkan tubuh selepas berendam. Terkadang cuaca lebih dingin dari biasanya brrrrrr.....









Puas menikmati air hangat dan santap malam beratapkan langit malam berpurnama, kami pun memutuskan meninggalkan Pariban dan melanjutkan perjalanan ke Berastagi. Tujuan kami menginap malam ini adalah Berastagi cottage di Gundaling yang berjarak kurang lebih 12 km dari Pariban. Mata bocah-bocah petualang ini yang biasanya terpejam kalau sudah jam 10 an malam, hari ini terang benderang. Malam panjang agaknya. Kumpul bersama sepupu-sepupu buat batre anak-anak ini cas terus...





Suhu gundaling di malam hari terkadang bisa mencapai 10 °C. Huaaaaa....saatnya merapatkan selimut guys....

Berastagi cottage ini sepertinya didesain untuk family gathering yak... Cottage ini berkonsep villa 2 kamar yang cukup luas, dengan ruang kamar tidur berkarpet tebal  dan dihubungkan dengan conecting door antara 1 kamar dengan kamar lainnya.  Tentu saja lebih hommy dan bisa menampung banyak penghuni.


Kami tak perlu memesan extra bed lagi, cukup manfaatkan selimut ataupun bed cover yang dibawa dari rumah saja. Kami pun tak terlalu dalam merogoh kocek. Hanya sekitar Rp. 500 rb ( dengan memanfaatkan kenalan..mhihihi...) dibagi 3 keluarga...murahkan ? Benar-benar family room...


Di pagi hari, masya Allah... udara ber ion negatif segera berhamburan ke dalam kamar ketika pintu terbuka. Tamparan manja semilir angin subuh benar-benar menyegarkan. Saatnya olah raga pagi mak...

Areal yang sangat luas di sini dijamin  asik buat joging, lelarian dan main bola, selain itu anak-anak pasti nggk melewatkan mencoba petualangan memasuki rumput labirin,  sambil menikmati udara dingin berangin pegunungan yang mewah.







Sebelum sarapan, jangan lupa wefie bersama keluarga ya...pemandangan berlatar belakang gunung Sinabung menambah indah jepretan di pagi hari.











Lepas mengisi perut, saatnya ucapkan sayonara. Karena perjalanan selanjutnya akan dimulai. Kami berangkat pagi sekitar pukul 9 menuju destinasi selanjutnya - Pulau Samosir, melalui jalur darat yang berkelok-kelok Tele.

Perjalanan menuju Tele memakan waktu sekitar 4 jam dari Berastagi. Jangan lupa siapkan amunisi ya, cemilan dan minuman untuk menemani perjalanan. Saatnya mendengarkan bocah yang biasanya tak henti-henti berceloteh sepanjang jalan.

Tak terasa kami telah memasuki Dairi -Sidikalang. Perutpun sudah mulai keroncongan. Pilihan kami jatuh pada Rumah makan Muslim di pinggir jalan.
Menikmati santap siang rame-rame itu selalu uenakk...bukan karena menunya sih, tapi lebih karena bareng-barengnya.






Dimana pun kami singgah, selalu ditemani aksi bocah-bocah merambah
Dan ngebolang bebas di alam. Ahh... fitrah eksplorasi anak selalu seru untuk diabadikan. ' bundaaaa.....Arkan udah berhasil menaklukkan gunung..' padahal mah sedang berhasil menaiki undakan bukit kecil saja...hahaha..







Bismillah...kamipun kembali di atas jalanan berkelok tak terlalu lebar. Menyusuri gunung-gunung batu dan tepian jurang di kanan kiri. Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi la ghafuururrahim....

Perjalanan melewati Tele memang jauh dan berliku, tapi masya Allah...pemandagannya sungguh luaaarrr biasa. Terbayar lah lelah dan letih kami.

Jangan lupa simak cerita selanjutnya ya...di next tulisan.

See you

5 komentar