Featured Slider

Kembalikan kesegaranmu bersama Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Di masa social distancing seperti ini praktis semua pekerjaan rumah dihandle sendiri. Biasanya kalau rada malas masak, tinggal beli aja di warung depan rumah atau pesan makanan via babang gojek. Tapi kini paksu lebih protektif, jadilah setiap hari kudu masak sendiri menu utama plus cemilan-cemilannya walaupun sederhana.

Anak sekolah memang libur panjang, namun proses belajar daring tetap berjalan dan harus dilaporkan setiap hari kepada Guru melalui wa grup. Hmm...tetiba emak-emak se Indonesia raya disibukkan dengan proses belajar daring ini.

Selama libur, mendadak, nafsu makan seisi rumah naik berkali lipat. Padahal kami tak mengkonsumsi suplemen penambah nafsu makan lho, wkwkwkwk... Alhasil serasa nggak siap-siap jadi upik abu di dapur.

Lelah ? Tentu saja. Tapi jangan biarkan lelahmu jadi bumerang ya... Karena bila tidak dikelola dengan baik, rasa lelah itu bisa berubah menjadi stres. Ternyata profesi ibu rumah tangga juga rentan dihinggapi stres. Terlebih hari-hari belakangan ini para ibu praktis menghabiskan waktu 24 jamnya di rumah saja tanpa berinteraksi dengan yang lain.

Menurut Melinda Paige, Ph.D., Profesor konseling kesehatan mental klinis di Argosy University, Atlanta mengatakan perasaan terisolasi, kehilangan tujuan dan identitas,  serta kurangnya interaksi sosial karena terlalu banyak menghabiskan waktu di rumah, adalah pemicu depresi pada ibu rumah tangga. Nah...hati-hati ya kita. Bila stres melanda, mudah marah pun menghinggapi jiwa. Ini berbahaya dan berdampak bagi keluarga terdekat kita.

Berikut ini 10 Tips sederhana menghindari stres di rumah :

1. Bangun pagi
Bangun pagi akan membuat tubuh segar dan bugar 

2. Jangan menunda pekerjaan
Menunda membuat pekerjaan menumpuk dan tentu saja melelahkan kita.

3. Adopsi metode berbenah rumah dan segera eksekusi. Sehingga semua benda di dalam rumah punya wadahnya. Ini akan memudahkan kita beberes.

4. Buat To do list harian
Ini berguna sekali sehingga kita tau skala prioritas harian.

5. Lakukan hobi kita
Melakukan apa yang kita senangi tentu saja akan sangat membantu mengatasi tekanan pekerjaan. Ketika kita melakukan apa yang kita sukai maka hormon seratonin akan diproduksi oleh tubuh. Hormon ini memantik perasaan bahagia.

6. Berjemur
Berjemur matahari selain menginput Vit D, juga diyakini dapat meningkatkan produksi hormon seratonin yang dapat memicu kebahagiaan. Jangan lupa berjemur selama 15 menit di bawah mentari pukul 10 pagi ya.

7. Olah raga
Sesibuk apapun sempatkan berolah raga yuk. Olahraga membantu mengatasi ketegangan otot-otot dan merefresh fikiran.

8. Ibadah
Ibadah akan membuat hati dan fikiran terkoneksi kepada Sang Maha Pencipta sehingga menghasilkan ketenangan jiwa.

9. Metime
Berhenti sejenak dari rutinitas, mengambil jeda dari aktivitas kita, akan sangat membantu merelaksasikan kepenatan.

10. Mandi dan berendam
Tips yang ke 9 ini tak kalah bermanfaat sekali loh ketika lelah, letih dan lesu melanda. Mandi atau berendam bisa mengembalikan kesegaran tubuh yang telah lelah bekerja.


Cerita saya dan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Nah, beberapa hari yang lalu, saya dikirimi sebuah paket ekslusif perawatan mandi dari Vitalis. Kebetulan nih, saya butuh sensasi mandi yang lain dari biasanya yang bisa mengembalikan kesegaran saya selepas beraktivitas sebagai ibu rumah tangga, biar makin fresh dan jauh dari stres. Bahaya deh bila stres melanda, imunitas tubuh pun bisa menurun seketika.

Seneng dong dapat paket perlengkapan mandi sekeren ini... Setelah searching sana sini, dari testimoni yang saya baca konon katanya Body wash dari Vitalis ini menjanjikan sensasi mandi  parfum yang harumnya luar biasa. Hhmmm....benarkah? Mari kita buktikan.





Bulan September tahun 2019 yang lalu, Vitalis - salah satu market leader di pasar wewangian untuk perempuan di Indonesia, meluncurkan sebuah produk baru. Nah kita ketahui selama ini dalam hal market leader, Vitalis ini memiliki keahlian sangat tinggi dalam hal parfum karena telah banyak sekali melakukan riset, studi dan eksperimen.

Berangkat dari keahlian tersebut Vitalis ingin membawa keahlian di bidang parfum ini ke dalam produk body wash, yang tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.

Menurut Ni Made Sri Indani - Marketing Director Vitalis, produk body wash dari Vitalis ini akan memberikan pengalaman mandi yang berbeda dan pastinya akan disukai oleh konsumen di Indonesia. Selain sensasi parfumnya yang digadang berstandar Internasional, konsumen juga akan menyukai body wash yang tidak membuat kulit menjadi kering. Kenapa ? Karena peranan moisturizer dalam formula body washnya.






Nah simak review saya setelah mencoba  semua varian produk Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini ya...




1. Label halal MUI

Sebagai muslimah setiap kali mencoba sebuah produk baru tentu saja yang pertama sekali diperhatikan adalah kehalalannya.  Tadinya saya ragu beralih memakai body wash ini tapi Alhamdulillah ternyata Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Sehingga sayapun yakin dan tidak ragu lagi.




2. Terdaftar di BPOM

Sebagai konsumen, setelah kehalalan produk maka yang perlu diperhatikan berikutnya sudah pasti informasi apakah produk yang akan digunakan sudah terdaftar pada Balai POM atau belum. Hal ini untuk memastikan bahwa produk yang akan kita gunakan sudah lulus uji kelayakan sehingga hak-hak kita sebagai konsumen terlindungi dari zat-za yang  berbahaya bagi kesehatan kita.




3. Botol 

Botol kemasan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini keren euy, ergonomis alias pas dalam genggaman. Botolnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil sehingga pas pula bila dibawa bepergian. Warna kemasan botolnya pun menarik, perpaduan gold dengan ungu, gold dengan hijau dan gold dengan pink.





4. Tutup botol 

Tutup botol Vitalis Perfumed Moisturizing Body wash ini praktis loh. Untuk menggunakannya tinggal ditekan saja bagian atas tutup botolnya, lalu tuangkan cairan body wash sesuai kebutuhan. Gampangkan....




5. Tekstur

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini memiliki tekstur yang seperti kebanyakan sabun cair lainnya, thick dan sedikit runny, lembut dan berwarna yang disesuaikan dengan warna kemasan varian body wash nya.



6. Busa 

Begitu meneteskan beberapa tetes cairan body wash ke shower puff kemudian diberi air langsung deh busanya melimpah, lembut dan licin. Hmmm... seketika aroma parfumnya menebar kemana-mana. Nikmati deh sensasi bermandikan busa melimpah ini ke seluruh tubuh. Busanya lembut euyyy...





7. Varian

Ada 3 Varian Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash yang ketiganya  memiliki aroma parfum berbeda tapi masing-masing punya keunggulan.

Soft Beauty yang berwarna ungu

Parfumnya sungguh kuat, sedikit saja kita gunakan serasa  menuang parfum kemana-mana. Sekamar mandi penuh wangi parfum ini. Wewangingan Fruity Aldehydic, Rose dan Violet yang feminin berpadu dengan aroma Tonka Bean ini menghasilkan perpaduan parfum yang manis, kuat dan memberi efek mengembalikan kesegaran dan menebarkan ceria. Pas banget nih selepas berkutat dengan rutinitas rumah, mandi berbalur busa body wash Soft Beauty ini membuat badan dan pikiran fresh kembali. Aku padamu deh unyu...




Fresh Dazzle yang berwarna Hijau

Aroma varian body wash yang satu ini kuat  sekali khas Bergamuot. Enak banget dihirup dalam-dalam, membangkitkan semangat dan gairah. Wewangian Bergamout berasal dari sejenis citrus. Wewangian ini mengesankan pribadi yang aktif, sportif dan ekstrovert. Cocok digunakan saat kamu berolah raga.





White Glow yang berwarna pink



Parfum yang digunakan pada White Glow ini adalah aroma fruity perpaduan manisnya Cherry dan Raspberry. Mengesankan kelembutan dan kehangatan. Ini banyak diidolakan kaum hawa. Kamu? Favorit yang ini jugakah? Cobain deh biar pasti. Perempuan memang selalu butuh kepastian. *ups


8. Formula dan manfaat

Apa saja formula yang terkandung dalam ketiga varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini? Penasaran kan ?


Soft Beauty yang berwarna ungu

Soft beauty ini diperkaya dengan ekstrak Avocado dan vitamin E untuk menjaga kulit tetap kenyal, halus dan lembut. Avocado merupakan bahan alami yang sudah sejak lama dipercaya untuk perawatan kulit. Soft beauty ini memberi manfaat skin nourishing, untuk kulit terasa halus, lembut dan terawat sepanjang hari.






Fresh Dazzle yang berwarna Hijau

Body wash Fresh Dazzle, diekstraksi dari Yuzu orange dan anti oksidan yang berasal dari Green Tea. Fresh Dazzle ini memberi manfaat skin refreshing, untuk kulit terasa segar, halus dan lembut. 




White Glow yang berwarna pink

White Glow diformulasi dari ekstrak Licorice dan susu. Memberi manfaat skin brightening yaitu untuk kulit lebih cerah, halus dan lembut.




9. Kemasan

Kemasan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini ada yang kemasan botol berisi 200 ml dan ada juga kemasan refill berisi 450 ml. Refill selalu lebih hemat dan menjadi incaran konsumen.





10. Harga


Ternyata harga Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash ini lumayan affordable guys... Dengan harga segitu rasanya lumayan warthit lah bila dibanding sensasi keharuman dan manfaat lain yang didapatkan. Bila ngelirik di market place  harga sepaketnya ( kemasan botol dan refill ) dibandrol hanya Rp. 25.900 an rupiah saja. Lumayan kan.... kuy udah bisa lah belanja bulanan nanti selipkan sepaket body wash ini.




11. Kemudahan mendapatkan produk

Nah...yang tak kalah pentingnya, produk yang recomended untuk dicoba itu mestinya gampang didapatkan nggak pake ribet. Produk baru dari vitalis ini, telah tersedia di market-market di kotamu. Coba di cek ya...


12. Favorit saya

Finally setelah sekitar 1 mingguan mencoba all varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini rasanya tak berlebihan kalau banyak orang telah mereview positif produk baru dari brand Vitalis ini. Selain affordable, halal, aman, menyehatkan, melembutkan dan mencerahkan kulit, juga bisa jadi moodbooster setelah lelah seharian beraktivitas.

Tentu saja yang paling mengesankan itu pengalaman bermandikan parfum yang bisa mengembalikan kesegaran tubuh dan pikiran. Favorit saya si ungu yang unyu-unyu ini. Dibanding 2 varian lainnya, si ungu ini wanginya lebih tahan lama dan menyebar ke mana-mana. Saya bakalan beli refill nya deh kalau persediaan habis.

Kamu gimana??
Cobain deh sensasi bermandikan parfum dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash



Tetap Bersama SDI - dulu, sekarang dan nanti : Refleksi Annual Meeting Jepang 2020


Bismillahirrahmanirrahim

Tahun 2019 yang sudah beberapa bulan berlalu itu, menyisakan banyak sekali rasa. Terutama perjalanan saya sebagai Sygma Learning Consultant di Sygma Daya Insani.

Pengumuman Destinasi Annual Meeting 2019 ke Negeri Samurai Jepang, menjadi salah satu 'AHA momen' di awal tahun.

Tiba-tiba memori saya berputar jauh ke masa kecil. Setelah Mekah, Madinah dan Turki, rasanya kota inilah yang menjadi wishlist perjalanan saya ke luar negeri.

Khusus Jepang, file tentang negeri ber-cherry blossom yang menakjubkan ini telah lama terinstal di benak saya. Negeri ini sudah menjadi magnit sejak kecil. Rasanya penasaran sekali dengan negeri kepulauan ciptaan Allah yang satu ini.

Negeri dengan 4 musim, yang orangnya berbicara santun, disiplin, sabar mengantri, teratur, menghargai, beretos kerja tinggi, modern tapi memelihara dengan baik warisan leluhurnya ini sungguh menakjubkan.

Lihatlah tradisi yang tetap lestari seperti berkimono, tradisi minum teh, tradisi menghormati tamu dan rumah tradisional nan unik, plus beberapa falsafah hidup yang banyak mencuri perhatian dunia ini, sungguh menarik untuk disimak

Apalagi kini, rasa penasaran saya bertambah untuk melihat jejak-jejak Dakwah Islam di sana yang semakin hari semakin berkembang. Plus kebijakan otoritas Jepang yang semakin wellcome dan friendly dengan turis muslim. Akankah cahaya Sirah Nabawiyah bersinar terang disana? I hope someday...


Sebelum Tokoh Permaisuri Michiko, Owada Masako, Oshin, kartun Sailor Moon, Dora Emon, atau Drama Tokyo Love Story menjajah fikiran saya di masa kanak-kanak hingga remaja dulu, Sesungguhnya ada sebuah foto yang telah lebih dulu menjejak kuat di benak saya.

Foto ini adalah foto anaknya uwak saya yang semasa saya duduk di sekolah dasar, beliau sudah study S2 dan S3 di Hokkaido - Jepang. Fotonya sudah usang yak...sudah hampir rusak dimakan usia, foto ini sudah berusia lebih dari seperempat abad, namun masih lumayan jelas kan...




Zaman itu surat masih familiar. Dan ayah saya termasuk orang yang rajin berkabar melalui surat. Nah si foto ini dipajang ayah  di Album keluarga.


Beliau tidak berkata-kata, tapi sampai sekarang saya merasakan kebanggaan beliau terhadap keponakannya yang melanjutkan studi di negeri Matahari Terbit itu. Mungkin dalam hatinya ia ingin kami anaknya mengikuti langkah ponakannya itu. Menuntut ilmu jauh ke negeri orang. Foto ini menjadi salah satu alasan kenapa Jepang begitu menarik perhatian sejak dulu.

Sygma Daya Insani - rumah besar saya bertumbuh dan bermanfaat ini, tahun  2019 kemarin, mengabarkan kabar gembira akan membawa SLC achiever nya untuk menapaki negeri idaman masa kecil saya.

MasyaAllah...bayang-bayang bunga sakura seketika menari-nari di pelupuk mata. Jadi teringat, dua orang yang menginspirasi tentang Jepang, ayah saya dan Bang Fuad, yang keduanya telah lama pergi, but...their inspiration still stay here.  Alfatihah ðŸ˜­.

Saya masih ingat medio Juli 2019 lalu, kami di Tim Star Family Community Medan,  memacu semangat dan menyusun strategi pencapaian AM Jepang. Kami sengaja memilih tempat bernuansa Jepang nan asik untuk berspirit time dan santai sambil memvisualisasikan apapun tentang Jepang :  cherry blossom, masjid chamii, mount Fuji, saljuuuuu....Ramen, Tokyo sky street, Ginza, shinkansennya n all about Jepang. Saat itu kami membismillahkan dan mensemogakan dream untuk AM bareng-bareng tahun 2020.










Alhamdulillah....qadarullah 31 Desember, last day in 2019, Dija - official SDI Medan mewapri saya...




Rasanya pengen nangis. Oh Allah...Engkau maha baik. Banyak jalan dan kemudahan yang Allah beri. Reward 2 tiket Couple annual meeting ke Jepang menjadi penutup tahun yang manis. Semanis mekarnya Cherry blossom, iconic flowernya Jepang. Ini menjadi pencapaian tertinggi selama 4 tahun bergabung sebagai SLC SDI. Masya Allah... makasih ya Allah, makasih kon kawan, makasih keluarga besar di SDI😭

Foto Bang Fuad berseragam tradisional Jepang dengan pedangnya yang berdiri gagah itu kembali menari-nari...

Japan.....I'm coming insya Allah...

Itu teriakan saya di dalam hati 😭

Berdebar rasanya ketika kemudian tiba-tiba sudah diundang di Grup Wa Nasional Official Annual Meeting Japan 2020. Ahhh...menanti bulan Maret rasanya lama 🙈.




Tiap hari berbunga-bunga tiap stalking percakapan para SLC dan official di Grup. Energi positip berhamburan memenuhi room chat grup besar Annual Meeting Jepang itu.

Ketika release itinarary, seketika jemari ini sigap berselancar menyambangi destinasi demi destinasi yang bakal kami kunjungi.  Haneda, Tokyo, Fuji, Oshino Hakkai, Yamashita Park, Yokohama Jamee Masjid, Motomachi street, Asakusa Kanon Temple, Nakamise Street, Tokyo Sky Tree, Tokyo Camii Mosque dan lain-lain, berulang-ulang diulik apa yang menarik.

Prediksi cuaca di tanggal 10 - 14 Maret 2020, jadwal sakura mekar, outfit, plus apa saja yang kudu dipersiapkan udah hampir hafal luar kepala. 😂




Taraaaaaaa......winter packing list sudah tayang di Grup. Ini salah satu moodbooster saya...rasanya sudah nggak sabar nyambangi uniqlo dan berburu longjhon atau cheky-cheky harga jaket bulu-bulu, sarung tangan n kupluk winter. Hahaha....dasar emak doyan belanja. Naluri ngemol pantang dipancing 😂🤭




Daaaan....DC Grand night Jepang 2020 berwarna Rosegold...hmmm...buat senyum-senyum ngebayangi malam awarding, ketika satu persatu SLC dipanggil maju ke depan,  menerima penghargaan pada suhu  7 - 17 °C di New Ottani Inn Hotel Tokyo. Masya Allah... nikmatnya menghayal yak...😂




Udah kebayang baju mana yang bakalan dipakai jadi DC. Baju nikahan ponakan bakalan di pake lagi untuk malam grand night nanti di Jepang. Mamak kudu menghemat nggak usah beli baju baru lagi gegara beli jaket bulu angsa sampek 2 🙈😂😋




Eciyeeeee.....yang tak kalah exictednya adalah untuk pertama kalinya saya ngurus paspor. Semangat 45, senyum cerah ceria secerah mentari pagi hari di bulan januari  menemani langkah saya menyambangi kantor imigrasi di bilangan Polonia Medan . Aura mau ke Jepang itu beda ya... Hahaha...

Alhamdulillah proses pengurusan paspor ini lancar jaya tanpa kendala. Butuh waktu 1 minggu saja  sampai akhirnya paspor berada dalam genggaman.



Langkah selanjutnya mulai beriweh ria dengan dokumen pengurusan visa. Drama foto 4,5 x 4,5 yang kudu ulang akhirnya done...tinggal menanti arahan selanjutnya aja dari Tourizy. Jepang semakin menari lincah di kepala. 🙈😂

Awal Januari dunia dikejutkan dengan outbreak Corona Virus yang menyerang Wuhan-China. Semakin hari semakin banyak korban berjatuhan. Otoritas China sendiri menjadikan Wuhan sebagai wilayah terisolir. Semua mata dunia tertuju pada perkembangan Covid 19 di Wuhan.




Satu persatu negara-negara di luar China mendeclare telah menemukan warga yang terinfeksi positip Corona Virus. Singapura mulai menutup semua jalur masuk turis dari China, begitu pula Hongkong, Korea dan Jepang.




Di titik ini...was was mulai melanda...apalagi dokumen visa salah satunya menambahkan angket tentang pernyataan pemohon tidak  pernah berada atau berniat mengunjungi Hubei / Zhejiang di China. Issue ini agaknya semakin serius.

Begitu terdeteksi Kapal Pesiar Diamond Cruise yang bersandar di perairan Yokohama membawa penumpang yang positip Corona, kewaspadaan Pemerintah Jepang semakin meningkat. Dan bertambah ditingkatkan sejak Korea Selatan tiba-tiba mengejutkan dunia dengan penemuan ribuan orang terjangkit Covid 19.

Ya Allah... dokumen visa Jepang pun kemudian mesti ditambah dengan angket pernyataan bahwa pemohon tidak  pernah berkunjung ke Korsel dan tidak berencana mengunjungi Korsel. 



Was-was itu semakin bertambah hari demi hari, syukurnya official SDI dan Tourizy selalu meyakinkan everything gonna be ok insya Allah. Alhamdulillah tenang lah hati ini.

List perlengkapan yang kudu dipersiapkan mulai saya tulis takut lupa dan mulai dieksekusi satu-satu.




Seminggu terakhir ini kang paket udah bolak balik datang ke rumah. Hari ini ngantar sarung tangan winter, besok kaus kaki tebal, long jhon, rok plisket, dan terakhir jaket tebal. Huhuhu lumayan dalem ya ngempesi dompet si Jaket ala-ala eonni Korea ini. Saya memutuskan belanja online di market place semua keperluan berangkat AM. Lebih miring sih dari uniqlo. Dan tidak mengecewakan. Alhamdulillah...




Pemberitaan Covid 19 semakin massif... Beberapa hari saya semacam diteror berita-berita mengerikan. Selalu saja ditanya ' jadi ke Jepang?' Seolah orang-orang terdekat saya mau bilang... 'nggak usahlah...' walau kadang kasian mungkin ya... nggak tega...🤭

Mengingat pemberitaan yang semakin lama semakin mencekam. Rasanya Ini liburan terhoror yang akan saya jalani.

Saya mulai chating dengan kolega yang sudah lama stay di Yokohama. Ingin mencari tau apa yang dialami orjep (orang jepang) sehari-hari saat ini.  Dari chat itu semakin dapat gambaran Jepang sedang tidak baik-baik saja. Pemerintah Jepang sudah menekan tombol kewaspadaan tinggi di waktu krusial ini yaitu sekitar awal sampai pertengahan Maret dimana diprediksi penyebaran Covid 19 akan meningkat di seluruh Jepang.








Bahkan Pemerintah Jepang menutup tempat-tempat wisata populer seperti  Universal Studio, Disneyland , Disneysea  dan lain-lain, juga mengcansel kegiatan olahraga, seni dan sebagainya, serta meliburkan siswa sampai akhir liburan musim panas. Jepang tidak mengizinkan kedatangan turis dari Hubei dan Korea Selatan dan menghimbau warga untuk menjauhi keramaian.




Fix...Jepang sedang tidak nyaman dikunjungi. Kalau orang Jepangnya saja udah nyuruh nggak usah berkunjung kalau sekedar jalan-jalan masa iya kita abai. Padahal tengah terjadi outbreak yang sedang jadi kewaspadaan dunia.

Walaupun men-zero-kan hati itu sesungguhnya nggak semudah membalikkan telapak tangan, Rudolfo...
kamu tau???  Nyesek ....😭

Hehehe...nggak ding rasa sedih itu sekejap saja kok...

Terkadang terlintas pertanyaan bagaimana kalau sempat dikarantina 14 hari di negeri orang atau di Indo, bila hal terburuk terjadi ? Who knows ? Keadaan sungguh unpredictable.

Astaghfirullah... na'udzubillah...
Gambaran ini sungguh membuat saya memilih berdamai dengan mimpi.

Sayonara Jepang...
sampai ketemu di Takdir berikutnya...
insya Allah...


Hari Rabu, 26 Februari 2020, Saudi mengumumkan melarang turis bahkan Jemaah umroh memasuki Mekah dan Madinah. Sebelumnya, penemuan banyak warga negara Itali yang terinfeksi positip Covid 19 dan warga negara Iran bahkan pejabatnya juga positip, membuat serangan Covid ini menjadi so so serious di seluruh dunia.




Sesungguhnya, sebelum Jajaran SDI rapat untuk membahas AM Jepang 2020, saya telah berniat akan mengangkat bendera putih sambil dadah dadah ngucapin  Goodby Jepang... negeri impian masa kecil saya 😭

Saya berencana tak akan ikut rombongan, saya tak akan berangkat dan memilih stay  di rumah saja sambil meluk anak dan Jaket bulu-bulu itu...ohhh Jaket bulu... yang sukses ngempesi dompet...mana beli sekali 2 🙈 setidaknya...kamu jadi saksi, I do my best...💪



Sesungguhnya Allah lah pemilik cerita dan perjalanan hidup ini. Dialah yang mengizinkan ke mana langkah kaki ini melangkah.




Bukan su dan visa dan tiket itu. Meskipun ketiganya telah berada di dalam genggaman, tapi qadarullah lah yang bekerja. Saya telah Pasrah ya Rabb...tunduk pada ketentuanMU... senyum dengan keadaan....insya Allah...

Wajah Pak Benny - CEO SDI punten maaf saya masukkan dalam do'a...saya yakin Pak Benny Bijaksanan dan SDI akan berpegang pada sunnah Nabi Mulia yang selalu kita rindukan bersama. Sunnah menjauhi daerah wabah itu bukankah sudah diajarkan Rasulullah sejak 14 abad yang lalu. Semoga hadits ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Walau beraaaaaaat pastinya....saya sadar kerugian besar pasti dialami SDI yang sudah membayar vendor di Indo dan Jepang. Saya cuma berharap yang terbaik dari Allah buat semuanya. Ya Rabb mudah bagimu menitipkan kembali apa yang hilang dengan Kun Fayakun Mu...🤲😭

Alhamdulillah ya Rabb...keputusan terbaik akhirnya diambil Pak Benny dan Manajemen SDI untuk membatalkan AM Jepang ini.


Tidak ada kesedihan bersama Allah
Tidak ada kecewa bersamaNya


Ya Allah sesungguhnya keputusan ini sangat melegakan hati. Mungkin inilah jawaban doa-doa orang-orang yang mencintai saya dan mendoakan saya dalam diamnya. Suami dan anak adalah orang yang paling bersyukur dan bahagia.

Yakin banget Allah akan mengganti apa yang luput hari ini. Semoga Allah siapkan yang lebih baik buat SDI dan semuanya.


Akan ada pelangi setelah gerimis...
Selalu ada cahaya di ujung gelap...
Pasti ada hikmah dibalik ujian...



Finally....

Sayang SDI karena Allah...
Salam takzim saya kepada CEO SDI dan Jajarannya yang terus menerus melibatkan Allah di masa was-was, bimbang, ketidakpastian dan pengambilan keputusan.

Terus terang cara Pak Benny terus mengingatkan semuanya agar menundukkan hati memohon kasih sayang Allah, terus dan terus....adalah catatan penting yang membuat saya bersyukur berada di barisan Kapal Besar Pejuang Sirah ini. 


Barokallah SDI
Jaya terus dalam keberkahan dan kasih sayang Allah.

Love love love SDI, dulu, hari ini dan esok, insya Allah.


Sampai jumpa di journey berikutnya
Allahu Akbar ✊



Nining Pujianti
SLC Medan


Menyiapkan SDM unggul untuk Indonesia maju di Era Revolusi Industri 4.0


Jika anda menginginkan satu tahun kemakmuran tanamlah benih. Jika anda menginginkan sepuluh tahun kemakmuran tumbuhkanlah pohon. Jika anda menginginkan seratus tahun kemakmuran maka kembangkanlah manusia. (Pribahasa) 


2 minggu terakhir ini anak saya yang tengah duduk di bangku sekolah dasar, telah rampung melaksanakan ujian semester ganjilnya. Tapi di beberapa sekolah lain ujian semester belum usai. Anak-anak masih berkutat dengan soal demi soal ujian yang disajikan di atas lembaran-lembaran kertas putih.

Momen ujian kerap menjadi momok menakutkan bagi anak dan orang tua, ntahlah dari mana ketakutan itu muncul. Angka selalu jadi kambing hitam ketidakstabilan emosi orang tua setiap kali masa ujian tiba. Padahal angka tak salah apa-apa.

Tapi sudah terlanjur terbangun dalam mindset orang tua bahwa kesuksesan belajar seorang anak di bangku sekolah itu ditentukan dari nilai demi nilai, angka demi angka yang tertera di rapor sekolah.

Bahkan anak yang masih duduk di awal-awal sekolah dasar yang sejatinya mereka masih  sibuk memenuhi kepalanya dengan bermainpun tak luput dari tekanan ujian dan nilai rapor. Kognisi dianggap begitu penting tapi faktanya bukan segalanya. Kebahagiaan dan kemerdekaan seorang anak dalam belajar seolah dikesampingkan demi Rangking semata.

Sebagai Ibu, saya bersyukur, memasukkan anak saya ke sekolah yang punya visi misi yang mendekati visi misi keluarga yang saya dan suami saya terapkan - Sekolah berbasis karakter yang tidak melulu menjejali muatan-muatan kognisi yang membebani siswa. Bahkan ujian disikapi biasa saja, karena Guru di sekolah selalu meyakinkan orang tua bahwa semua anak hebat, mereka pasti bisa. Apalagi sekolah ini juga tidak menerapkan sistim rangking, jadi orang tua, tidak membiasakan diri melihat kelebihan dan potensi anak dari nilai-nilai rapor saja.

Tapi tak semua orang tua bisa memilih hal yang sama seperti saya atau orang tua lainnya bukan? Problematika dunia pendidikan seolah tak pernah surut, padahal di tangan sistim pendidikan yang di kelola negara, harusnya membuat orang tua bisa bernafas lega.

Menilik kemajuan suatu bangsa maka tak lepas dari sistim pendidikan yang membangun sumber daya manusianya. Pendidikan menjadi potongan kue paling besar yang sangat diperhatikan. Bukankah bila ingin menciptakan seratus tahun kemakmuran anak bangsa maka kembangkanlah manusianya?, begitu kira-kira kata pepatah.

Pernyataan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan - Nadiem Makarim dalam sambutannya di hari Guru Nasional 2019 beberapa waktu yang lalu, seolah mewakili suara hati dan keresahan banyak orang tua dan guru di seluruh penjuru Negeri akan sistim pendidikan selama ini. Teks pidato Pak Menteri ini kemudian viral di sosial media dan banyak menuai pujian berbagai pihak. Ini seperti angin segar bagi perubahan pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik.





Hari ini, sungguh tak terelakkan dan tak bisa dihindari, kita dan dunia memasuki sebuah gerbang baru yaitu revolusi industri 4.0. Semua mata tertuju pada apa dan bagaimana mempersiapkan segala elemen bangsa untuk menghadapi tantangan global dari perubahan ini.

Sudah menjadi kesejatian, kamajuan dunia diwarnai dari perubahan demi perubahan yang terjadi yang kemudian berdampak pada banyak aspek kehidupan. Revolusi Industri digadang-gadang sebagai era baru perubahan masif dan cepat yang membawa dunia pada perubahan di segala lini kehidupan - pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi yang berdampak pula pada perubahan tatanan ekonomi, politik, budaya bahkan militer di seluruh dunia.

Berbicara revolusi industri 4.0 maka kita tak bisa melepaskannya dari sejarah yang mendahuluinya. Sebab tak akan ada revolusi industri 4.0 tanpa revolusi industri 1.0, 2.0 dan 3,0 yang menjadi dasar pijakannya.






Revolusi industri 1.0 dimulai dengan ditemukannya Mesin Uap oleh James Watt pada abad ke-18. Penemuan ini penting sekali karena sebelumnya manusia hanya mengandalkan tenaga otot, tenaga air dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun dalam kegiatan industri. Revolusi industri 1.0 mengubah masyarakat dunia dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.


Penemuan mesin uap 
oleh James Watt
Source : www.zenius.net






Revolusi industri 2.0 pada abad ke- 19  sampai abad ke-20, ditandai dengan era baru penemuan listrik dan conveyor belt (ban berjalan) yang memungkinkan manusia memproduksi barang dalam jumlah besar dan memangkas waktu produksi menjadi lebih pendek.


Perusahaan Mobil Ford menjadi salah satu pionir dalam produksi masal mobil model T. Produksi mobil dalam jumlah besar ini menyebabkan harga menjadi lebih murah sehingga lebih terjangkau masyarakat.


Penemuan conveyer belt 
www.zenius.net


Perubahan di era revolusi industri 2.0 ini juga membawa perubahan pada dunia kemiliteran. Ribuan tank, pesawat dan senjata-senjata tercipta dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi masal.


Produksi massal pesawat terbang
Http://binus.ac.id



Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu mengganti produksi paralel dengan serial maka di era revolusi industri 3.0 yang berlangsung sekitar tahun 1970 -an, terjadi perubahan besar dimana tenaga-tenaga manusia sudah mulai diganti perannya oleh komputer dan robot yang bisa berfikir dan bergerak secara otomatis.

Era informasi pun tiba dan berkembang pesat sekali. Kemajuan teknologi komputer melesat seiring perputaran zaman. Penemuan semi konduktor, disusul transistor, lalu Integrated Chip (IC) membuat ukuran komputer semakin kecil sehingga bisa dipasang pada mesin-mesin produksi. Kini komputer menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.

Sekali lagi, revolusi mengubah masyarakat negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat cenderung berubah dari mengandalkan sektor manufaktur menjadi mengandalkan sektor jasa seperti bank, studio film, dan lain-lain sebagai motor penggerak laju ekonomi mereka.

Komputer pertamia di dunia
www.sidetek.blogspot.com 





Konsep revolusi industri 4.0 pertama sekali digunakan di publik dalam pameran industri Hannover Masse di kota Hannover, Jerman tahun 2011 lalu. Revolusi industri 4.0 yang berpijak pada penemuan sistim komputerisasi pada era sebelumnya, membuat terobosan baru dengan penemuan Internet. Penemuan ini begitu banyak melakukan terobosan melalui rekayasa intelegensia dan internet for thing sebagai penggerak dan penghubung manusia dan mesin.


Semua komputer kini tersambung ke jaringan internet. Komputer semakin kecil bahkan menjadi semakin kecil sebesar kepalan tangan manusia dalam wujud smartphone. Hampir semua orang kini tersambung dengan jaringan raksasa internet begitu pula mesin-mesin produksi. Penemuan Big data, Artificial Intelligence mengubah banyak hal dalam tatanan kehidupan masyarakat dunia. Banyak pekerjaan yang hilang dan muncul jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak terfikirkan oleh manusia.



Berbicara tentang revolusi industri 4.0 yang tengah terjadi kini, tak terlepas dari pelakunya, para pemantik sejarahnya. Konon generasi milenial adalah generasi yang paling mewakili sebagai pelaku perubahan besar yang kini terjadi di dunia bahkan Indonesia.

Menurut wikipedia, milenials adalah kelompok demografi setelah generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahirannya.


Dalam sebuah forum bedah buku yang diadakan belum lama ini di Medan, Yuswohady penulis buku 'Millenials kill everything' mendiskripsikan milenial sebagai kaum 'pembunuh berdarah dingin'. Mereka membunuh apapun secara cepat.

Pembunuhan ini terjadi karena nilai-nilai dan preferensi milinial yang telah berubah drastis dan perubahan itu menjadikan berbagai produk, layanan, teknologi, musik, olahraga bahkan beberapa pola tingkah laku manusia menjadi tidak relevan lagi dan perlahan punah.

Di tahun 2030 diperkirakan ada sekitar 50 produk, layanan dan jasa bahkan tingkah laku manusia yang hilang dari muka bumi karena millenials disruption ini. Pemain lama hilang berganti dengan pemain baru yang dengan cepat merubah keadaan dan mencengangkan banyak pihak.

Olah raga golf, sepatu high heels, toko-toko retail, departemen store yang bahkan telah lama berdiri, biro perjalanan, satu persatu ambruk diterjang bisnis berbasis online dan data. Milenial kini tak lagi senang berbelanja barang (goods) melainkan lebih menkonsumsi pengalaman (experiences/leisure).


50 list produk, industri, jasa 
yang diprediksi hilang di tahun 2030


Fenomena Gojek, Tokopedia, Traveloka dan lain-lain, menandakan era start up, era unicorn, era revolusi industri 4.0 happening now in Indonesia...zaman telah berubah bro, begitu kira-kira kata anak milenial.




Pada sebuah pernyataannya, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI - Nadiem Makarim mengatakan bahwa kita memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi. Bahwa kita memasuki era dimana kelulusan tidak menjamin kesiapan bekerja dan berkarya. Kita memasuki era, dimana akreditas tidak menjamin mutu.

Senada dengan pernyataan Pak Menteri di atas, Salva Yurivan Saragih-Trainer muda, dalam ssalah satu vlognya menggambarkan fenomena yang terjadi saat ini persis seperti fenomena VUCA pada perang kabut (fog war) yang dihadapi militer di tahun 90-an. Dimana situasi medan lawan sama sekali tidak terbaca, serasa berjalan dalam kebutaan. Begitu pulalah gambaran yang terjadi hari ini., di era revolusi industri 4.0 ini.

VUCA adalah singkatan dari :
Volatality : kondisi dimana perubahan sangat cepat sekali terjadi.
Uncertainity : kondisi ketidakpastian / tidak ada jaminan.
Complexity : banyak sekalai hal-hal baru yang mempengaruhi kesuksesan hari-hari ini yang tidak terfikirkan pada masa lalu.
Ambiguity : kondisi yang membingungkan.


Berdasarkan paparan tentang apa yang tengah dihadapi, maka mari bersama-sama kita bergerak menyongsong kemajuan Indonesia di masa depan. Indonesia yang maju adalah sebuah resultan upaya dan ikhtiar anak bangsa di segala lini kehidupan. Optimis adalah satu-satunya tiket meraih kejayaan Indonesia di masa depan. Lalu pertanyaannya kemudian adalah bagaimana mempersiapkan kemajuan Indonesia di era industri 4.0 ini?

Bonus demografi penduduk Indonesia yang mencapai 240 jiwa, sumber daya alam yang masih melimpah serta laju pembangunan infra struktur yang digenjot di 5 tahun pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, memang menjadi Modal dasar yang patut disyukuri. Namun pembangunan manusia menjadi satu keniscayaan bagi suatu bangsa, karena sejatinya kemajuan suatu negara tidak saja dilihat dari capaian fisik saja tetapi dari sudut manusianya.

Dalam sidang paripurna mengenai ketersediaan anggaran dan pagu indikatif tahun 2020, pada 23 April 2019 silam, di ruang Garuda Istana Kepresidenan di Bogor, Presiden Jokowi menyatakan bahwa prioritas utama kita ke depan adalah pembangunan Sumber Daya Manusia yang terkonsolidasi dengan baik, didukung anggaran yang tepat sasaran sehingga terjadi peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui peta jalan yang jelas, terstrukur dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat.

Urgensi pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global di masa depan yang membawa konsekuensi semakin ketatnya persaingan di tengah ketidakpastian. Namun pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia bila mencermati  data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia dimana pada tahun 2018 disebutkan bahwa kualitas SDM Indonesia berada di peringkat ke-87 dari 157 negara.



Sementara itu di tahun 2019 menurut IMD ( Institute for Development ) memaparkan bahwa peringkat daya saing SDM Indonesia berada di rangking 32. Peringkat ini masih tertinggal dari 2 negara tetangga kita yaitu Singapura dan Malaysia yang berada di peringkat 1 dan 22 se-Asia Pasifik.




Oleh karena itu pilihan strategi pembangunan dengan fokus utama pembangunan SDM yang unggul sangat tepat untuk menjawab tantangan bagi Indonesia ke depan.

Menilik peningkatan SDM di Indonesia, sekali lagi salah satu instrumen maha pentingnya adalah melalui pendidikan. Itu sebabnya, banyak orang tua yang mengarahkan pandangan pada sosok pengisi  posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dilantik pada suksesi beberapa waktu yang lalu.

Penunjukan Nadiem Makarim menarik perhatian banyak kalangan akan keterwakilan kaum milenial yang menguasai teknologi dan data.  Bagaimanapun milenial lah kini sebagai pelaku-pelaku baru perubahan di era revolusi industri 4.0. Dunia pendidikan pun bersiap-siap menyambut segala konsekuensi era ini.

Dalam sebuah tulisan yang berjudul 'Memuliakan Kehidupan', Mochtar Buchory menyimpulkan ada tiga tujuan dari pendidikan. Pertama, agar peserta didik bisa  menghidupi diri sendiri, kedua agar perserta didik bisa bermanfaat lebih dengan menghidupi orang lain. Ketiga, agar peserta didik bisa memuliakan kehidupan.

Lantas apakah yang kita titipkan pada sistim pendidikan kita untuk pembangunan Sumber Daya Manusia ini?

Menurut Erie Sudewo dalam bukunya 'Best Practice Character Building menuju Indonesia lebih baik',  kualitas manusia ditentukan oleh 2K, yakni Kompetensi dan Karakter. Pembangunan Sumber Manusia unggul hendaknya menyentuh 2 aspek ini. Inilah narasi besar yang dibawa dalam sistim pendidikan dari mulai pendidikan pra sekolah, sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Kompetensi yang berasal dari kata competence (kecakapan) merupakan kemampuan dalam mengemban tugas, menyelesaikan pekerjaan atau menangani persoalan.  Kemampuan artinya 'peningkatan diri' yang masing-masing orang berbeda-beda sesuai fitrah alamiahnya. Di dalamnya ada kapasitas yaitu daya tampung (volume potensi seseorang) dan kapabilitas yang dimaknai sebagai kemampuan mengolah dan mengelola kapasitas.

Mari kita simak bagaimana kompetensi harus dirancang dalam wujud kurikulum pendidikan.

Menurut Aoun (2017), untuk mendapatkan SDM yang kompetitif dalam industri 4.0, maka kurikulum pendidikan harus dirancang agar outputnya mampu menguasai literasi baru yaitu :



1. Literasi data, yaitu kemampuan membaca, menganalisis dan memanfaatkan informasi big data dalam dunia digital.




2. Literasi teknologi yaitu memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi coding, Artificial Intelligences dan engineering principles.




3. Literasi manusia, humanities, komunikasi dan desain.


Namun....kualitas manusia bukan hanya dinilai dari kecerdasan dan keahliannya semata, atau kepakaran, keterampilan dan profesionalitasnya saja. Kompetensi memang menjadi tangga menuju kesuksesan, tapi karakterlah yang menentukan apakah tangga itu bersandar pada tempat yang benar atau tidak.

Bukankah kita tidak ingin melihat SDM Indonesia yang luar biasa unggul dan kompeten beberapa puluh tahun mendatang tapi tak mewujudkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia ?. Kompetensi yang dimiliki justru hanya dipakai untuk memperkaya diri sendiri, kelompok, mengambil kekayaan negara (korupsi) dan penyalahgunaan jabatan.

Maka 2 K (kompetensi dan karakter) ini adalah elemen penting dalam pembentukan sumber daya manusia.

Kompetensi memang menjadi tangga menuju kesuksesasan, tapi karakter menentukan apakah tangga itu bersandar pada tempat yang benar atau tidak

Karakter merupakan perilaku baik dalam menjalankan peran dan fungsinya sesuai amanah dan tanggung jawab. Disinilah titik utama mengapa istilah karakter memiliki kekuatan, mengandung daya dan mempunyai kharisma. Hingga ketika  berbicara karakter maka konteksnya selalu mengarah pada sesuatu yang agung.

Berbeda dengan kompetensi yang bisa ditingkatkan dalam jangka waktu tertentu dan terukur, menanamkan karakter bukan seperti perlombaan sprint, melainkan maraton. Butuh waktu yang lama dan pendekatan yang dalam.

Dalam bukunya Best Practice Character Building menuju Indonesia lebih baik,  Arie Sudewo membagi Character yang harus ditata, dirancang dan diarahkan bahkan dari mulai awal kehidupan seorang manusia menjadi 3 bagian besar yaitu :

KARAKTER DASAR
Terdiri atas sifat :
1. Tidak egois
2. Jujur
3. Disiplin


Ketiganya sejatinya adalah karakter dasar yang ditanamkan sejak kecil bahkan sejak anak terlahir ke dunia. Itu sebabnya kami orang tua menaruh harapan pada dunia pendidikan karena pendidikan berbasis karakter ini memang harus dijalankan seiring sejalan seirama antara sekolah dan orang tua, demi mengawal ketiga nilai-nilai baik ini terus terjaga hingga anak dewasa.


Karakter tidak egois menumbuhkan kepedulian sosial, pada manusia dan alam. Jika menjadi pemimpin maka akan menjadi pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompoknya. Karakter tidak egois juga menjadi nafas kolaborasi. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok lain. Kemampuan ini sangat dibutuhkan di era ini.

Karakter jujur menumbuhkan dedikasi untuk melawan segala ketidakadilan. Benih-benih korupsi sejatinya lahir dari karakter jujur yang tidak termanivestasi dengan baik dalam diri seorang manusia. Jujur adalah salah satu ciri kepemimpinan langit, ciri kepemimpinan Para Nabi yang notabene Pemimpin yang diutus Tuhan kepada semesta.

Karakter disiplin melahirkan tanggung jawab. Konon membangun karakter ini tak cukup 1 dekade tapi sepanjang usia. Disiplin adalah salah satu karakter yang memudahkan kehidupan. Budaya antri, budaya tertib, budaya mengerjakan pekerjaan tepat waktu, budaya efisien, lahir dari karakter disiplin yang sejatinya ditanamkan sejak dini.

Ketiga karakter ini, bila dimiliki seseorang, maka akan cukup membuat seorang anak manusia dikatakan baik. 3 karakter ini adalah modal besar untuk meraih tujuan kehidupan. Namun untuk menjadi manusia unggul, 3 karakter itu saja belum cukup. Arie Sudewo menambah karakter berikutnya sebagai syarat menjadi manusia unggul.

KARAKTER UNGGUL
1. Ikhlas
2. Sabar
3. Syukur
4. Tanggung jawab
5. Berkorban
6. Memperbaiki diri
7. Sungguh-sungguh

Ketujuh sifat ini hendaklah diisntall sedari kecil kedalam fikiran bawah sadar anak, guna mempersiapkan karakter unggul yang sangat berguna di masa depannya.

Lantas untuk mempersiapkan seorang pemimpin yang siap menghadapi tantangan di era yang tidak pasti di masa depan, maka ada 9 sifat lagi yang harus ditambahkan.

Karakter pemimpin
1. Adil
2. Arif bijaksana
3. Ksatria
4. Tawadhu'
5. Sederhana
6. Visioner
7. Solutif
8. Komunikatif
9. Inspiratif.

Formula 3, 7, 9 berupa 3 karakter dasar, 7 karakter unggul, dan 9 karakter pemimpin ini bila diterapkan dan bersanding dengan peningkatan kompetensi maka akan membentuk sumber daya manusia Indonesia yang paripurna yang siap menghadapi tantangan zaman apapun.

Oleh karena itu pembangunan SDM unggul baik kompetensi dan karakternya sungguh menjadi kekuatan besar menuju Indonesia maju di era revolusi industri 4.0

UNGGUL SDMNYA MAJU INDONESIANYA